KNews.id – Jakarta – Setelah Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa jenjang SMA dan sederajat mulai digelar tahun lalu, pada 2026 ini pemerintah akan melakukan hal yang sama untuk para siswa di jenjang SD dan SMP dan sederajat.
Pelaksanaan TKA untuk siswa jenjang SD dan SMP itu direncanakan digelar pada April 2026. Adapun untuk pendaftaran TKA SD dan SMP itu mulai dibuka sejak Senin (19/1) besok hingga 28 Februari mendatang. Pendaftarannya dilakukan di sekolah masing-masing dengan melampirkan izin dari orang tua/wali.
“Masa pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP berlangsung mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Pastikan proses pendaftaran dilakukan sebelum penutupan dengan melampirkan izin orang tua,” demikian dikutip dari unggahan akun Instagram resmi milik Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Sabtu (17/1).
Masih mengutip dari akun yang sama, lini masa rangkaian kegiatan TKA untuk SD dan SMP sederajat itu adalah sebagai berikut:
Masa pendaftaran digelar pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026.
Selanjutnya bakal digelar kegiatan gladi bersih pada 9-17 Maret 2026.
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP digelar pada 6-16 April 2026
Pelaksanaan TKA jenjang SD akan dilaksanakan pada 20-30 April 2026.
Pelaksanaan TKA susulan pada 11-17 Mei 2026. Toni mengatakan pelaksanaan itu dibuka untuk peserta yang berhalangan pada waktu sebelumnya.
Proses dan pengolahan hasil TKA akan dilakukan 18-23 Mei 2026.
Pengumuman hasil TKA akan dilakukan secara nasional pada 24 Mei 2026.
Sebelumnya, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin bilang pelaksanaanTKA itu bukan sebagai syarat kelulusan siswa.
Dia menegaskan pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP merupakan asesmen nasional untuk memetakan kemampuan akademik murid secara objektif dan terstandar.
“TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif,” ujar Toni di Jakarta, Kamis (15/1) seperti dikutip dari Antara.
“Hasilnya dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk memperbaiki proses pembelajaran,” imbuhnya.
Ia mengatakan TKA dirancang untuk mengukur kesiapan murid dalam melanjutkan pembelajaran ke jenjang berikutnya. Selain itu, Toni mengatakan hasil dari TKA itu akan mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan melalui pemetaan kemampuan murid secara nasional.
“Data TKA membantu kami memahami kondisi riil pembelajaran di lapangan. Dengan demikian, intervensi pendidikan yang dirancang dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan murid dan satuan pendidikan,” imbuh Toni.
Guna mendukung kesiapan peserta didik, pihaknya mendorong peserta didik, guru, dan satuan pendidikan agar memanfaatkan sarana pembelajaran yang telah disediakan.
Ia mengingatkan murid dapat berlatih dan mengenal bentuk soal TKA melalui laman Ayo Coba TKA dan Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan. Dia bilang platform itu menyediakan contoh soal dan materi pendukung sesuai jenjang.
Mengutip dari akun IG Pusmendik, merujuk pada Peraturan Kepala BSKAP47/2025, mata pelajaran yang diuji dalamTKAuntuk SD-SMP dan sederajat mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia.
Ada tiga bentuk soal yang harus dijawab murid, di mana bukan hanya sekedar pilihan ganda saja.Soalnya akan terdiri atas dua struktur yakni soal tunggal (masing-masing soal berdiri sendiri) dan soal grup (sekumpulan soal yang mengacu pada satu stimulus sama seperti grafik atau cerita).




