spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
spot_img

Novel Bamumin Bela Ketua KORLABI DHL dan Ketua TPUA Prof. Dr. Eggi Sudjana

Oleh : Damai Hari LubisĀ 

Spirit 212 tidak baper

KNews.id – Jakart 13 Januari 2026 – Menyikapi pertemuan Bang Eggi Sudjana sebagai Ketua TPUA dan Bang Damai Hari Lubis sebagai Kordinator TPUA (Ketua KORLABI) bertemu dengan Jokowi saya selaku Wakil Ketua TPUA dan Wakil Ketua KORLABI menilai Pertemuan tersebut sah sah saja sebagai Advokat karna tidak masuk dalam pelanggaran kode Etik Advokat

- Advertisement -

Apalagi pertemuan tersebut tidak ada deal komersil apalagi deal politik bahkan Bang DHL panggilan Akrab Damai Hari Lubis menyatakan Haram untuk menjadi pembela atau pengacara Jokowi dalam Kasus apapun padahal kalau pun mau bisa saja dan sah sah saja karena beliau bukan pengacara terlapor

Dalam masalah ini kita lebih baik berhusnuzhon saja karna tidak mudah sebagai terlapor kasus dugaan ijazah palsu karna sejatinya dalam hukum mengedepankan prinsp asas praduga tak bersalah dan ini harus dijalankan kedua belah pihak baik Jokowi harus punya sikap mengedepankan asas praduga tak bersalah untuk Bang Eggi maupun Bang Damai dan itu bisa menemukan jalan tengah dan juga pertemuan tersebut terbesit dengan niat kuat untuk menasehati Jokowi karna beliau beliau adalah senior dalam ke-Advokatan dan juga mereka merujuk salah satu ulama senior yaitu KH Abu Bakar Ba’asyir yang sebelumnya bertandang ke Jokowi

- Advertisement -

Sejalan dengan praduga tak bersalah umat Islam juga harus mengedepankan husnuzhon dan tabayun , biarkan beliau beliau berjanji akan memberikan klarifikasinya (16 januari 2026) jangan sampai kita sudah memvonis apalagi sampai memfitnah semua masing masing kembali kepada niat para aktifis pejuang kebenaran dengan cara jalannya masing masing sesuai sunatullah selalu terjadi perbedaan

Kalau kita melihat upaya upaya agar masalah tidak semakin merugikan kedua belah pihak dengan tidak mencederai keadilan dan penegakan hukum dengan mengacu masalah masalah sebelumnya dari pihak spirit 212 pernah juga tokoh tokoh 212 dengan nama tim 11 bertemu dengan Jokowi di istana Bogor pada tahun 2018 dan sebelumnya juga bertemu Jokowi di istana merdeka saat hari raya idul Fitri karena pertemuan mereka untuk memberikan nasihat kepada Jokowi agar bisa menghentikan kasus kasus kriminalisasi ulama dan aktifis walau hasilnya nihil malah dalam periode kedua terjadi pembantaian kasus tragedi pembantaian Anggota LPI Di KM 50

Dalam hal kasus KM 50 sampai saat Ini tidak bisa oknum oknumnya dijerat hukum dimana kejadian itu ada pada zaman Jokowi dengan KH Ma’ruf Amin dengan didukung partai PDIP dimana salah satu lawyernya oknum pembantai KM 50 salah satunya adalah Hendri Yosodiningrat jelas dari PDIP

Dan perlu diingat semenjak digelarnya Aksi Bela Islam (ABI) 212 dari tahun 2016 menjadi ajang kriminalisasi bahkan sampai pembunuhan keji di KM 50 dan ABI 212 tetap berlangsung

Namun pada tahun tahun berikutnya ABI 212 tahun 2019 sampai tahun 2021 gagal dilaksanakan karna pengelolaan Monas diambil Alih oleh mensekneg saat itu dijabat Pramono dimana akhirnya reuni 212 tidak mendapatkan Izin di monas akhirnya reuni 212 dilaksanakan di Bekasi dan selanjutnya di masjid At tin

Ada yang menarik reuni 212 di tahun 2025 dimana gubernurnya Pramono mantan mensekneg Jokowi telah memberikan izin reuni 212 di Monas dimana sebelumnya DPP FPI beraudiensi ke balai kota bertemu langsung dengan Pramono

- Advertisement -

Perlu diingat bahwa Jokowi dan Yusuf Kala beserta jajarannya termasuk LBP diterima dipanggung ABI 212 tahun 2016 dan kejadian terulang di reuni 212 2025 Pramono bersama dipanggung 212 dimana sebelumnya DPP FPI beraudiensi ke balaikota untuk izin agar terlaksananya reuni 212

Dan perlu diingat pilpres 2024 spirit 212 menggelar ijtima ulama di Sentul menghasilkan keputusan mendukung Anis Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai Capres dan cawapres justru malah beberapa hari sebelumnya cak Imin nonton konser cold play grup musik LGBT di GBK padahal FPI diluar GBK sedang Aksi menolak Konser group musik pendukung LGBT tersebut

Namun yang lebih ironis saat Anis Baswedan gagal menjadi Presiden malah kembali mendukung PDIP untuk Anis Baswedan maju dalam Pilgub yang naas terjadi hanya di Prank oleh PDIP gagal jadi cagub dan ternyata Anis tidak baper malah bersama Ahok mendukung Pramono-Rano Karno disaat FPI DKI Jakarta mendukung RIDO dan disitulah 212 berbagi suara baik ada yang Golput bahkan menjadi pemenang di pilkada DKI Jakarta dengan perolehan suara 46% diperingkat kedua Pramono- Rano, peringkat ke ketiga RIDO dan peringkat ke 4 Gercos , disinilah indahnya berbagi suara spirit 212

Jadi pola dakwah 212 adalah perlunya kita mempererat tali persatuan agar kita tidak berhadapan hadapan terus sehingga memberikan beban terhadap kinerja pemerintahan Prabowo yang dengan gigihnya membangun bangsa dan moral bangsa walau dengan terseok seok dengan upaya dirongrong oleh para koruptor dan oligarki busuk.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini