spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
spot_img

Waliyullah yang Bersedekah Menjelang di Jemput Ajalnya

KNews.id – Jakarta 9 Januari 2026 – Menjelang embusan nafas terakhirnya, Bisyr bin al-Harits seorang waliyullah yang dikenal karena kezuhudan dan kedermawanannya masih menegaskan makna sedekah dan keikhlasan. Di ambang ajal, ia tetap mendahulukan membantu orang lain dibandingkan untuk kenyamanan dirinya sendiri. Dia meninggalkan jejak keteladanan yang dikenang hingga hari wafatnya.

Dikisahkan, Bisyr bin al-Harits sedang terbaring menantikan ajalnya. Seseorang datang dan mengeluh tentang nasibnya yang malang kepada Bisyr.

- Advertisement -

Bisyr bin al-Harits pun melepaskan pakaiannya dan memberikannya kepada lelaki yang mengeluh itu, kemudian Bisyr mengenakan pakaian pinjaman dari seorang sahabat. Dengan pakaian pinjaman itulah, Bisyr wafat dan berpindah ke alam baka.

Nama lengkap sang waliyullah adalah Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi, lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah atau 767 Masehi. Setelah meninggalkan hidup berfoya-foya, ia mempelajari hadits di Baghdad, kemudian meninggalkan pendidikan formal untuk hidup sebagai pengemis yang terlunta-lunta, kelaparan dan bertelanjang kaki. Bisyr bin al-Harits meninggal di kota Baghdad tahun 227 H atau 841 M.

- Advertisement -

Bisyr bin al-Harits sangat dikagumi oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan dihormati oleh Khalifah al-Ma’mun.Dikisahkan, Imam Ahmad bin Hambal sangat sering mengunjungi Bisyr, ia begitu mempercayai kata-kata Bisyr sehingga murid-murid Imam Ahmad pernah mencela sikapnya itu.

Seorang murid berkata kepada Imam Ahmad, “Pada zaman ini tidak ada orang yang dapat menandingimu di bidang hadits, hukum, teologi dan setiap cabang ilmu pengetahuan, tetapi setiap saat engkau menemani seorang berandal. Pantaskah perbuatanmu itu?”

Imam Ahmad menjawab, “Mengenai setiap bidang yang kalian sebutkan tadi, aku memang lebih ahli daripada Bisyr.” “Tetapi mengenai Allah, ia (Bisyr) lebih ahli daripada aku,” ujar Imam Ahmad bin Hambal menjawab pertanyaan muridnya.

Dikisahkan, Imam Ahmad bin Hambal sering memohon kepada Bisyr, “Ceritakanlah kepadaku perihal Tuhanku.”

Peristiwa yang muncul

Diriwayatkan bahwa selama Bisyr bin al-Harits masih hidup, tidak ada seekor keledai pun yang membuang kotorannya di jalan-jalan kota Baghdad, sebagai bentuk penghormatan karena Bisyr berjalan dengan kaki telanjang.

- Advertisement -

Pada suatu malam, seorang lelaki melihat keledai yang dibawanya membuang kotoran di tengah jalan. Maka berserulah ia, “Wahai, Bisyr telah tiada!” Mendengar seruan itu, orang-orang pun pergi menyelidiki. Ternyata ucapan lelaki tersebut terbukti benar. Kemudian ia ditanya bagaimana ia bisa mengetahui bahwa Bisyr telah meninggal dunia.

Lelaki itu menjawab, “Karena selama Bisyr masih hidup, tak pernah terlihat kotoran keledai di jalan-jalan kota Baghdad. Tadi aku melihat keadaan itu telah berubah, maka tahulah aku bahwa Bisyr telah tiada.”

Demikian kisah Bisyr bin al-Harits yang dijuluki waliyullah oleh orang-orang yang menyaksikan kezuhudannya dan kisah hidupnya, dikutip dari kitab Tadzkiratul Auliya yang ditulis Fariduddin Attar di abad ke-12.

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini