spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
spot_img

Serangan Mengancam Perjanjian Damai Rusia-Ukraina Yang di Tengah AS

KNews.id – Kremlin 31 Desember 2025 –  Presiden Rusia Vladimir Putin menjanjikan tindakan tegas atas klaim bahwa Ukraina melakukan serangan atas kediamannya di Novgorod pada Ahad. Ia mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump melalui panggilan telepon bahwa serangan pesawat tak berawak Ukraina “tidak akan dibiarkan begitu saja,” kata ajudannya pada hari Senin.

Dalam keterangannya kepada para jurnalis, ajudan presiden Rusia Yuri Ushakov mengatakan bahwa Putin dan Trump kembali melakukan panggilan telepon setelah serangan semalam. Dalam pembicaraan itu, Trump memberi pengarahan kepada Trump mengenai pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Florida sehari sebelumnya.

- Advertisement -

Sementara Putin menarik perhatian pada klaim Moskow mengenai serangan pesawat tak berawak Ukraina di kediamannya di wilayah Novgorod. Ushakov mengatakan pihak Rusia menyatakan bahwa tindakan tersebut “tidak akan dibiarkan begitu saja,” dan bahwa pihak Rusia bermaksud untuk terus bekerja sama secara erat dan produktif dengan pihak Amerika untuk menemukan cara mencapai penyelesaian di Ukraina.

“Tetapi, tentu saja, posisi Rusia akan direvisi berdasarkan sejumlah perjanjian yang dicapai pada tahap sebelumnya dan solusi yang muncul. Hal ini telah dinyatakan dengan sangat jelas,” kata Ushakov dilansir Anadolu, Selasa.

- Advertisement -

Dia mengklaim bahwa serangan itu terjadi “segera setelah” pembicaraan antara Trump dan Zelenskyy di AS pada Ahad, dan bahwa presiden AS “terkejut, benar-benar marah” atas masalah tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengklaim pada hari Senin bahwa serangan itu terjadi di kediaman Putin di wilayah Novgorod barat laut Rusia, menggunakan 91 drone serang jarak jauh. Lavrov mengatakan sistem pertahanan udara menembak jatuh serangan udara tersebut, dan menambahkan bahwa tidak ada yang terluka.

“Target serangan balasan dan waktu pelaksanaannya oleh angkatan bersenjata Rusia telah ditentukan,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tanpa memberikan rincian mengenai dugaan serangan di wilayah Novgorod.

Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak klaim Rusia bahwa negaranya melakukan serangan terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Zelensky dengan cepat menolak klaim Moskow dan menuduh Rusia berupaya menggagalkan perundingan perdamaian.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha juga mengecam tuduhan Moskow, dan mengatakan bahwa hal itu ditujukan untuk merusak perundingan.

Dalam postingannya di X, Sybiha mengatakan klaim tersebut dimaksudkan “untuk menciptakan dalih dan pembenaran palsu atas serangan lebih lanjut Rusia terhadap Ukraina, serta untuk melemahkan dan menghambat proses perdamaian”.

- Advertisement -

Rusia mengatakan pihaknya akan menilai kembali posisi negosiasinya sehubungan dengan dugaan serangan tersebut, dan juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova memperingatkan bahwa tanggapan Moskow “tidak akan diplomatis”.

Pada hari Senin, Trump mengatakan bahwa Putin telah memberitahunya melalui panggilan telepon bahwa Ukraina telah berusaha menyerang kediaman presiden Rusia. Berbicara kepada wartawan, Trump mengatakan Putin menyampaikan tuduhan tersebut selama pembicaraan telepon mereka.

 

“Saya tidak menyukainya. Itu tidak baik,” kata Trump ketika ditanya apakah klaim tersebut dapat mempengaruhi upayanya menjadi perantara untuk mengakhiri perang di Ukraina. “Saya mengetahuinya dari Presiden Putin hari ini. Saya sangat marah karenanya.”

Ketika ditanya apakah ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut, Trump berkata, “Kami akan mencari tahu.” Perkembangan ini terjadi ketika invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina mendekati tahun keempatnya.

Zelenskyy mengatakan pekan lalu bahwa 20 poin rencana perdamaian telah “disetujui 90 persen” dan jaminan keamanan AS-Ukraina “100 persen disetujui”. Namun permasalahan utama masih ada terkait dengan masa depan wilayah di timur Ukraina yang diduduki Rusia.

Zelenskyy telah menegaskan kembali bahwa masalah ini harus diputuskan oleh rakyat Ukraina, dan menunjukkan bahwa aspek-aspek berbeda dari kesepakatan apa pun dapat dimasukkan ke dalam referendum. Trump dan Zelensky sama-sama menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai akan tercapai setelah perundingan di Florida pada hari Minggu.

Zelensky mengatakan di X bahwa dia telah berbicara melalui telepon dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Latvia Edgars Rinkevics, dan Presiden Finlandia Alexander Stubb, menyampaikan informasi terkini mengenai pertemuannya dengan Trump dan keadaan negosiasi.

Dia berusaha menyeimbangkan hubungan dengan sekutu-sekutunya di Eropa dan Amerika Serikat ketika dia menghadapi tekanan dari Trump untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang.

Sementara itu, Aljazirah melaporkan pertempuran terus berlanjut di berbagai lini di Ukraina, dan tentara Rusia mengatakan pasukannya merebut desa Dibrova di wilayah Donetsk, Ukraina timur.

Di wilayah tenggara Zaporizhia, setidaknya satu warga sipil tewas dan lainnya terluka dalam serangan Rusia di kota Orikhiv, menurut Gubernur regional Ivan Fedorov. Dia mengatakan bom udara berpemandu Rusia menghantam kota garis depan tersebut, menewaskan seorang pria berusia 46 tahun dan melukai seorang wanita berusia 49 tahun.

Di wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina, Gubernur Oleh Syniehubov mengatakan penembakan Rusia telah melukai tiga orang selama 24 jam terakhir. Seorang wanita berusia 73 tahun terluka di desa Hroza, seorang wanita berusia 54 tahun di Zolochiv, dan seorang pria berusia 73 tahun di Novoplatonivka, katanya.

Rusia mengklaim pasukannya maju atau meningkatkan posisi di berbagai wilayah, termasuk Sumy, Kharkiv, Donetsk, Zaporizhia, Kherson dan Dnipropetrovsk.

Staf Umum Ukraina mengatakan bahwa 89 pertempuran telah tercatat di sepanjang garis depan sejak awal hari. Pertempuran sedang berlangsung di enam sektor, dengan pasukan Rusia memusatkan upaya utama mereka di sektor Pokrovsk, menurut pembaruan operasional yang diterbitkan oleh Ukrinform pada hari Senin.

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini