spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
spot_img

Doa dan Amalan Shalawat Ad-Diba’i, Untuk Mempermudah Jalannya Menuju Tanah Suci

KNews.id – Jakarta 29 Desember 2025 –  Proses pelunasan biaya haji bagi calon jamaah Indonesia untuk keberangkatan 2026 tengah berlangsung. Di tengah antrean panjang dan penantian yang tidak singkat, umat Islam diajak tidak hanya mempersiapkan aspek administratif, tetapi juga memperkuat ikhtiar batin melalui doa dan amalan.

Salah satu amalan yang diyakini dapat mempermudah jalan menuju Tanah Suci adalah membaca shalawat Maulid Ad-Diba’i. Amalan ini telah lama diamalkan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Abdul Muiz Ali.

- Advertisement -

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri tersebut mengaku telah mengamalkan shalawat ini secara istiqamah selama sekitar 20 tahun, tepatnya dibaca dalam setiap sholat sebelum salam. Atas izin Allah SWT, ia merasakan langsung keberkahan dari shalawat tersebut.

“Saya membaca amalan ini setiap sholat sebelum salam. Saya mengamalkannya sejak sekitar 20 tahun yang lalu. Alhamdulillah, insya Allah berkat shalawat ini saya bisa umroh gratis dan haji gratis sebagai petugas haji pada 2023,” ujar Kiai Muiz dalam keterangannya, Jumat (26/12/2025).

- Advertisement -

Shalawat yang diamalkan Kiai Muiz berbunyi sebagai berikut.

Bacaan Shalawat Maulid Ad-Diba’i

يَارَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

يَا رَبِّ بـَلـِّـغْــناَ نَـزُوْرُهُ

Latin: Ya Robbi sholli ‘ala Muhammad, ya Robbi ballighnaa nazuuruh

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, sampaikanlah kami untuk berziarah ke makamnya.”

- Advertisement -

Amalan shalawat tersebut diterima Kiai Muiz dari Pengasuh Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah, Demangan Timur, Bangkalan, Madura, almarhum KH Anwar Nur. Ulama yang dikenal wara’ ini merupakan menantu dari keturunan Syaikhona Mohammad Kholil bin Abdul Latif, Bangkalan.

Shalawat tersebut merupakan bagian dari bacaan Maulid Ad-Diba’i yang disusun oleh Imam Wajihuddin Abdurrahman ad-Diba’i atau yang masyhur dengan sebutan Ibnud Diba’. Ulama besar asal Zabid, Yaman, ini lahir pada Muharram 866 Hijriyah dan wafat pada 12 Rajab 944 Hijriyah. Ia dikenal sebagai ulama dengan keluasan ilmu dan kecintaan mendalam kepada Rasulullah SAW.

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini