KNews.id – Jakarta – Pendahuluan Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Pada Asyhurul Hurum ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal dan ibadah, mengingat faidahnya yang besar.
Memperbanyak amal di bulan Rajab tidak harus dengan ritual yang menyulitkan. Untuk itu, muslim perlu mengetahui tips memperbanyak amal saleh di bulan Rajab tanpa memberatkan.
Dijelaskan dalam buku 20 Faedah Terkait Bulan Rajab karya Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid, keutamaan bulan ini terletak pada kehormatannya. Namun, sering kali umat Islam merasa terbebani dengan anggapan harus melakukan ritual-ritual khusus yang berat.
1. Menanam Kebiasaan Kecil secara Konsisten (Istiqamah)
Merujuk pada metafora Abu Bakar al-Balkhi, Rajab adalah “bulan menanam”. Tips agar tidak memberatkan adalah dengan tidak memaksakan amalan besar sekaligus, melainkan menanam kebiasaan kecil namun rutin (istiqamah).
Jika belum terbiasa puasa sunnah, mulailah dengan puasa Senin-Kamis atau puasa tiga hari sebulan (Ayyamul Bidh). Jangan membebani diri dengan puasa sebulan penuh yang tidak memiliki dalil sahih.
2. Membiasakan Dzikir dan Istighfar di Sela Aktivitas
Amalan yang paling ringan namun memiliki bobot besar di bulan haram adalah menjaga lisan. Dalam dokumen Keutamaan Bulan Rajab dalam Timbangan, ditekankan bahwa menjauhi kezaliman dan maksiat adalah kewajiban utama.
Perbanyaklah membaca Sayyidul Istighfar atau istighfar pendek di sela waktu bekerja atau perjalanan. Ini berfungsi menyucikan hati sebagai persiapan “lahan” sebelum memasuki bulan Ramadhan tanpa menyita waktu khusus yang lama.
3. Membaca Doa Keberkatan
Meskipun jurnal Kajian Hadis Doa Memasuki Bulan Rajab karya Moh. Farhan Abdul Ghoni menyebutkan sanad doa “Allahumma barik lana…” adalah lemah, namun secara maknawi doa ini sangat baik.
Jadikan doa ini sebagai permohonan tulus setiap selesai shalat fardhu. Tujuannya bukan sebagai beban ritual, melainkan sebagai pengingat (reminder) bahwa Ramadhan sudah dekat, sehingga motivasi beramal tumbuh secara alami.
4. Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas
Faisal bin Ali al-Ba’dani dalam karyanya, Buku Keutamaan Bulan Rajab dalam Timbangan, mengingatkan agar umat Islam mengutamakan kemurnian ibadah sesuai sunnah (mutaba’ah). Amal saleh yang sedikit namun sesuai tuntunan jauh lebih ringan dan berpahala daripada amal berat yang di dasarkan pada hadis palsu atau bid’ah.
Pilihlah satu amalan sunnah yang paling mudah bagi Anda, misalnya shalat Witir satu rakaat sebelum tidur atau sedekah subuh meskipun dalam jumlah kecil. Fokuslah pada kekhusyukan dan keikhlasan.
5 Rajab sebagai Pemanasan Spiritual
Anggaplah bulan Rajab sebagai masa warming up. Jangan menunggu Ramadhan untuk mulai membaca Al-Qur’an.
Mulailah membaca Al-Qur’an meski hanya satu halaman atau satu ruku’ per hari. Dengan memulai dari jumlah yang tidak memberatkan di bulan Rajab, jiwa akan terbiasa sehingga tidak kaget saat intensitas ibadah meningkat di bulan Ramadhan.
6. Memperbanyak Sedekah
Dalam dokumen 20 Faedah Terkait Bulan Rajab, dijelaskan bahwa bulan haram adalah waktu di mana pintu kebaikan dibuka lebar. Sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Anda bisa memulai dengan memberi makan hewan, bersedekah air minum, atau membantu keluarga terdekat.
Karena Rajab adalah bulan “menanam”, sedekah di bulan ini akan membiasakan tangan kita untuk lebih dermawan saat memasuki bulan Ramadhan nanti.
7. Menjaga Kehormatan Bulan Haram dengan “Puasa Lisan”
Faisal bin Ali al-Ba’dani dalam Keutamaan Bulan Rajab dalam Timbangan menekankan pentingnya menghindari permusuhan dan pertikaian.
Tips praktisnya adalah melakukan “diet bicara” hal-hal yang tidak bermanfaat. Menghindari ghibah (bergosip), namimah (adu domba), dan perdebatan yang sia-sia adalah amal saleh yang besar di bulan Rajab.
Ini membantu menjaga kesucian hati agar tidak terkotori oleh penyakit hati sebelum bulan suci tiba.
8. Meningkatkan Kualitas Shalat Fardhu dan Sunnah Rawatib
Sebelum menambah shalat sunnah yang berat, para ulama menyarankan untuk menyempurnakan yang wajib.
Cobalah untuk selalu shalat fardhu tepat waktu dan berjamaah. Setelah itu, tambahkan shalat sunnah Rawatib (qobliyah dan ba’diyyah).
Konsistensi dalam shalat Rawatib di bulan Rajab akan membuat Anda lebih ringan menjalankan shalat Tarawih dan Tahajud di bulan Ramadhan. Ini adalah strategi “pemanasan” otot spiritual yang sangat efektif.
9. Muhasabah (Evaluasi Diri)
Bulan Rajab disebut sebagai bulan untuk bertaubat. Tips yang sangat bermanfaat adalah menyediakan waktu 5–10 menit sebelum tidur untuk merenungi amal seharian.
Sebagaimana disebutkan dalam Ebook Amalan Rajab, pengakuan akan dosa (al-i’tiraf) adalah pintu ampunan.
Dengan rutin mengevaluasi diri di bulan Rajab, Anda dapat memetakan kebiasaan buruk apa yang harus benar-benar ditinggalkan sebelum memasuki Ramadhan agar ibadah puasa nanti menjadi lebih berkualitas.
10. Mempererat Silaturahmi
Menghubungi orang tua, saudara, atau teman yang sudah lama tidak disapa adalah amalan saleh yang dianjurkan di bulan-bulan mulia.
Mengingat Rajab adalah bulan haram di mana kedamaian sangat dijunjung tinggi, menyambung silaturahmi adalah cara terbaik untuk menggugurkan dosa antarmanusia. Ini memastikan bahwa saat Anda masuk ke bulan Ramadhan, hubungan Anda dengan sesama sudah bersih dari rasa benci atau dendam.
11. Mempelajari Ilmu Agama (Thalabul ‘Ilmi)
Salah satu amal saleh yang paling utama adalah mempelajari ilmu tentang Ramadhan sejak bulan Rajab.
Gunakan waktu di bulan Rajab untuk membaca kembali hukum-hukum puasa, zakat, dan keutamaan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan prinsip mutaba’ah (mengikuti tuntunan Nabi) yang ditekankan oleh Faisal bin Ali al-Ba’dani agar ibadah kita nantinya tidak terjebak dalam bid’ah atau kesalahan prosedur syariat.




