Oleh : Sutoyo AbadiĀ
KNews.id – Jakarta 23 Desember 2025 – Robert W. Hefner menganalisis lanskap politik Indonesia dalam buku The Politics of Post-Suharto Indonesia (1999 ), Coedited By Adam Schwarz an Jonathan Paris.
Meminjam tulisan tersebut pada halaman 62 : “…. Prabowo metpriprivately with a smaller number of conservative muslim leaders. In that meeting, his said to have provide them with documents that purported to explain the logic of Indonesia’s economic crisis and the country’s angoing negotiations with international money Fund ( IMF )”
Pertanyaannya : peran apa yang dimainkan Prabowo ( muda )Ā secara pribadi bertemu dengan sejumlah kecil pemimpin muslim konservatif pada situasi kritis menjelang Suharto akan dijatuhkan dari kekuasaannya.
Dalam pertemuan itu, ia dikabarkan memberikan dokumen kepada mereka,Ā konon menjelaskan logika krisis ekonomi Indonesia dan negosiasi yang sedang berlangsung antara Indonesia dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Saat itu Prabowo ( muda ) mengetahui Suharto akan jatuh atau di jatuhkan dengan proses politik licik
The document pointed a picture of a vile conspiracy against Suharto. The IMF the United States, Israel and Indonesia’s pro democracy movement all united in Giant “Jewish, American, Chinese” effort to topple Suharto the reasons president Suharto had been targeted, the document explained, were that he was a muslim and that he and his famili were be coming too powerful to the cabal of Jews,Ā Jesuit, Chinese and CIA, Mossad agent who control word capitalism.
Dokumen itu menggambarkan konspirasi keji terhadap Suharto. IMF, Amerika Serikat, Israel, dan gerakan pro-demokrasi Indonesia bersatu dalam upaya besar “Yahudi Amerika dan Tiongkok” untuk menggulingkan Suharto.
Prabowo ( muda ) juga paham siapa dan alasan apa Presiden Suharto menjadi sasaran ( harus dijatuhkan), menurut dokumen itu, adalah karena ia seorang Muslim dan bahwa ia dan keluarganya makin dekat dengan umat Islam, webagi kelompok Yahudi, Yesuit, Tiongkok, dan agen CIA/Mossad yang mengendalikan kapitalisme dunia
Among the many other ountrageous detail provided in these document was the charge that the death of the president’s wife, Tien, the year prior was not a natural event on the contrary the document explained, Tien had been murdered by Chinese doctor, who said deliberately misled the President by giving her a clean bill health just a day bifore she dead, She had been killed on the instruction of christians and secular nationalist in the government inten on eliminating the first lady and then the president all ass prelude to seizing control of the state
Di antara banyak detail keterlaluan lainnya yang tercantum dalam dokumen ini adalah tuduhan bahwa kematian istri presiden, Tien, setahun sebelumnya bukanlah peristiwa alami, melainkan sebaliknya, dokumen tersebut menjelaskan, Tien telah dibunuh oleh seorang dokter Tiongkok.
Dengan sengaja menyebar informasi yang menyesatkan Presiden dengan menyatakan kesehatannya baik-baik saja sehari sebelum kematiannya.
“Ia dibunuh atas instruksi orang-orang Kristen dan nasionalis sekuler di pemerintahan yang berniat untuk menyingkirkan ibu negara dan kemudian presiden, semua itu sebagai pendahuluan untuk merebut kendali negara”.
The economic crisis shaking Indonesia is not the results of presidential cronyis of corruption itimplied, but a campaign financed by ungratefulĀ Chinese and hatefull pro democracy activists.
Indonesia saat ini juga sama akan diguncang krisis ekonomi seperti dokumen yang disampaikan Prabowo pada sejumlah kecil pemimpin Muslim konservatif saat itu.
Krisis ekonomi yang mengguncang Indonesia bukanlah akibat dari kroni korupsi atau KKN presiden seperti yang dipahami saat ini, melainkan kampanye yang didanai oleh orang Tionghoa yang tidak tahu berterima kasih dan aktivis pro-demokrasi yang penuh kebencian.
” Situasi saat ini hampir sama dan tersambung dengan ancaman oligarki lewat mantah presiden Jokowi pada tanggal 13 Oktober 2024 di Solo, antara lain ” Prabowo untuk tidak mengubah atau mengganggu program oligarki yang telah mendapatkan persetujuan Xi Jinping ( RRC )”.
Belajar dan mengamati keadaan dengan analisis lanskap politik Indonesia oleh Robert W. Hefner. Ancaman akan menjatuhkan Prabowo sedang berlangsung, pelakunya akan digerakkan oleh kekuatan yang sama oleh saat mereka menjatuhkan Suharto. Prabowo (tua) yang saat ini sebagai Presiden pasti mengetahuinya.
Akan dijauhkan antara lain oleh saudagar Tionghoa ( kapitalis hitam oligarki ) yang tidak tahu berterima kasih bahkan saat ini makin nekad akan menguasai Nusantara.
(FHD/NRS)




