spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
spot_img

Donald Trump Resmi Buka “Jalur Cepat” Warga AS Seharga US$1 Juta

KNews.id – Washington, Presiden Donald Trump pada Rabu meluncurkan Trump Gold Card, sebuah skema kewarganegaraan jalur cepat yang mengharuskan kontribusi sebesar US$1 juta (sekitar Rp 16,6 miliar) dan biaya pengolahan sebesar US$15.000. Ini menandai perluasan dramatis imigrasi berbasis kekayaan di Amerika Serikat.

Pengumuman tersebut dilakukan selama pertemuan dengan eksekutif bisnis dan teknologi di Ruang Roosevelt Gedung Putih. Trump menggambarkan inisiatif ini sebagai cara untuk membantu perusahaan mempertahankan tenaga asing terbaik dan menyuntikkan “pendapatan yang luar biasa” ke kas pemerintah.

- Advertisement -

Dilansir dari NDTV, Trump telah menghabiskan berbulan-bulan mempromosikan ide ini. Pada satu titik bahkan Trump mengusulkan hingga US$5 juta per kartu, sebelum memutuskan kontribusi individu sebesar US$1 juta dan US$2 juta untuk sponsor korporat.

Jenis Kartu Trump

- Advertisement -

Menurut situs web resmi https://trumpcard.gov/, Kartu Emas Trump menawarkan status residen permanen yang sah dan diproses “dalam waktu sangat cepat” setelah pemohon membayar biaya DHS sebesar $15.000 yang tidak dapat dikembalikan. Para kandidat kemudian menjalani pemeriksaan latar belakang, dan setelah itu memberikan sumbangan sebesar US$1 juta kepada Amerika Serikat.

Penerima yang memenuhi syarat akan diberikan status di bawah kategori EB-1 atau EB-2, tergantung ketersediaan. Mereka dapat membawa pasangan serta anak-anak yang belum menikah di bawah 21 tahun, masing-masing dikenakan biaya dan kontribusi terpisah.

Trump menggambarkan kartu tersebut sebagai “pada dasarnya kartu hijau (green card) tetapi jauh lebih baik… jalur yang jauh lebih kuat,” menambahkan bahwa semua dana akan disalurkan ke Departemen Keuangan AS.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan pemerintah akan menerapkan “proses seleksi terbaik yang pernah dilakukan pemerintah.” Ia menegaskan bahwa skema baru ini akan diisi oleh “orang-orang terbaik” dan menjadi “kemenangan besar bagi negara kami.”

Pemerintah AS juga memperkenalkan Kartu Emas Korporasi Trump yang memungkinkan perusahaan mensponsori karyawan asing dengan kontribusi us$2 juta per pekerja, ditambah biaya pengolahan $15.000.

Perusahaan dapat mengalihkan kartu ini secara internal dengan biaya transfer 5 persen dan harus membayar biaya pemeliharaan tahunan sebesar 1 persen. Pendaftar akan mengelola dokumen mereka melalui myUSCIS.gov, menghadiri wawancara visa, dan dapat mengharapkan keputusan “dalam hitungan minggu” jika dokumen lengkap.

- Advertisement -

Kartu Platinum dan Kontroversi Kebijakan Trump

Kartu Platinum Trump, yang merupakan tingkatan premium, akan “segera hadir,” memerlukan kontribusi US$5 juta. Kartu ini memungkinkan pemegangnya tinggal di AS hingga 270 hari per tahun tanpa membayar pajak AS atas penghasilan asing, menurut laporan Anadolu.

Trump mengatakan paket program ini akan menarik “orang-orang luar biasa” ke AS, terutama lulusan terbaik dari Cina, India, dan Prancis, secara umum menjadi jawaban dari keluhan korporasi yang telah lama tentang ketidakpastian visa.

Akan tetapi, langkah Trump juga menjadi sebuah kontradiksi.

Di satu sisi pemerintahannya mengejar deportasi massal imigran dan pembatasan perbatasan yang ketat. Di sisi lain, ia berulang kali menunjukkan dukungan untuk menerima imigran kaya, sehingga memicu kritik dari basis politiknya sendiri.

Para ahli hukum juga telah mengemukakan kekhawatiran.

Menurut Anadolu, beberapa pakar berargumen bahwa inisiatif ini menciptakan kategori imigrasi baru berdasarkan kekayaan tanpa persetujuan Kongres. Ini berpotensi bertentangan dengan pembagian kewenangan imigrasi dalam Konstitusi yang diberikan kepada Kongres.

(FHD/Tmp)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini