KNews.id – Jakarta – Ketua Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) DPP Partai Golkar Dave Laksono menilai puncak peringatan hari ulang tahun atau HUT ke-61 Partai Golkar menjadi momentum penting untuk menegaskan reposisi partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Menurut Dave Laksono, usia ke-61 bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan konsolidasi yang substansial.
“Melalui pidatonya, Pak Bahlil menegaskan bahwa Golkar adalah institusi kader bagi seluruh anak bangsa, bukan milik dinasti mana pun. Ini garis pembeda penting bagi modernisasi struktur dan pembersihan orientasi politik,” ujar Dave dalam keterangan pers diterima, Senin (8/12/2025).
Ia menambahkan, peringatan HUT ke-61 Partai Golkar dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dia meyakini hal itu menjadi bentuk legitimasi terhadap posisi strategis Golkar dalam dinamika politik nasional.
“Kami memandang kehadiran tersebut sebagai pengakuan atas kepemimpinan Bahlil yang menjaga stabilitas dan kohesi partai,” papar anggota Komisi I DPR RI itu.
Dave juga menyoroti pesan Presiden Prabowo soal mahalnya biaya politik. Hal tersebut dapat dimaknai sebagai mandat moral untuk mengembalikan Golkar pada etika kekaryaan, kerja kolektif, serta pelayanan publik yang lebih terukur.
“Gaya kepemimpinan Ketua Umum Bahlil mampu menghadirkan energi baru bagi Golkar, khususnya dalam merancang ulang strategi komunikasi politik,” terang dia. Putra politisi senior Agung Laksono ini optimis, hal dibutuhkan Golkar adalah kedisiplinan narasi dan keterbukaan data untuk memastikan publik benar-benar bisa merasakan kehadiran partai secara konkret.
“Dengan demikian, Golkar mampu tampil sebagai kekuatan politik yang adaptif dan relevan dalam merespons dinamika sosial serta tantangan bangsa,” dia memungkasi.
Kompak Berbaju Koko Putih, Prabowo-Gibran Hadiri Puncak HUT ke-61 Golkar
Sebelumnya, Partai Golongan Karya (Golkar) memperingati puncak hari lahir ke-61, pada malam ini, Jumat 5 Desember 2025 di Istora Senayan Jakarta. Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir dalam acara ini.
Pantauan di lokasi, Prabowo dan Gibran tiba pada pukul 19.14 WIB. Keduanya kompak mengenakan baju koko berwarna putih. Tampak Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia berjalan di samping mereka. Sebagai informasi, pada acara puncak HUT ke-61 ini, Golkar mengambil tema doa untuk bangsa merajut kebersamaan, membangun Indonesia maju.
Tema diambil bertepatan dengan suasana keprihatinan bangsa Indonesia yang tengah dilanda bencana banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Menurut laporan BNPB terbaru, korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada Jumat 5 Desember 2025 sudah mencapai 867 orang. Jumlah ini bertambah 91 jiwa dari hari kemarin.
Selain korban meninggal, BNPB menyebut masih ada 521 orang hilang akibat banjir dan longsor di Sumatera. Dari jumlah tersebut, 133 orang tercatat hilang di Sumatera Utara, 174 di Aceh, dan 214 di Sumatera Barat.
Prabowo Pertimbangkan Usulan Golkar soal Kepala Daerah Dipilih Parlemen
Presiden Prabowo Subianto menyambut baik ide Partai Golkar yang mengusulkan tidak adalah kepala daerah yang dipilih langsung rakyat. Alasannya, demi menghemat ongkos politik dan mereka yang terpilih nantinya ditunjuk oleh Parlemen, seperti DPR di level provinsi mau pun DPRD di level kabupaten/kota.
“Demokrasi kita harus kita cari jalan sendiri, yang disampaikan partai Golkar harus kita pertimbangkan dengan baik-baik,” kata Prabowo saat berpidato di puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar, Istora, Senayan, Jumat (5/12/2025).
Prabowo bersepakat, demokrasi harus mengurangi banyak permainan uang, demokrasi juga harus dibuat minim ongkos politik supaya tidak hanya ditentukan oleh orang-orang berduit. “Politik mahal itu antara lain adalah sumber korupsi yang sangat besar, jadi saya mengajak kekuatan politik, ayo kita berani memberi solusi agar kita demokratis tapi jangan buang-buang uang!,” seru Prabowo.
“Kalau sudah memilih satu kali DPR dan DPRD kabupaten/kota/provinsi ya kenapa enggak sekali aja pilih gubernur, walikota dan bupatinya?,” imbuh Prabowo.
Prabowo mencotohkan, sejumlah negara sudah mengadopsi Hal tersebut, seperti di Malaysia, India, Inggris, Kanada, dan bahkan Australia, negara terkaya di dunia yang menggunakan sistem politik yang murah.
“Jadi ini pemikiran Golkar harus kita pertimbangkan dengan baik, marilah kita berani! Saya sampaikan keyakinan saya, politik demokrasi Indonesia harus bercirikan persaingan tetapi begitu selesai bersatu, gotong royong bersama, saya mengajak, mari lihat ke depan jangan ke belakang, sakit hati kalau ke belakang,” dia memungkasi.




