spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
spot_img

Doa Menjadi Salah Satu Jalan Berserah Diri Kepada Allah

KNews.id – Jakarta, Sejumlah hadis sahih meriwayatkan bacaan-bacaan yang Rasulullah SAW panjatkan saat tertimpa kesusahan dan musibah. Seperti dinukil dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Ibnu Abbas meriwayatkan sabda Nabi Muhammad SAW.

Ketika tertimpa kesusahan, beliau berdoa:

- Advertisement -

لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إلا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الكَرِيمُ

Laa ilaaha illal laahul ‘adziimul haliim, laa ilaaha ilal laahu rabbul ‘arsyil ‘adziim, laa ilaaha illal laahu rabbus samaawaati wa rabbull ardli wa rabbul ‘arsyil kariim.

- Advertisement -

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Agung dan Maha Penyayang, tidak ada Tuhan Yang berhak disembah kecuali Allah, Yang memiliki Arsy yang agung, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Memiliki langit-langit, bumi, dan Arsy yang agung.”

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW, ketika tertimpa kesusahan membaca doa tersebut.”

Dinukil dari kitab Sunan at-Tirmidzi, Anas mengatakan, “Sesungguhnya, jika beliau (Rasulullah SAW) tertimpa musibah, beliau membaca doa:

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْتُ

(Yaa hayyu yaa qayyuumu bi rahmatika astagyitsu.)

‘Wahai Zat Yang Hidup lagi Menghidupkan dengan rahmat-Mu, aku memohon pertolongan-Mu.'”

- Advertisement -

Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW ketika tertimpa kesusahan, beliau menengadahkan kepalanya ke langit, dan membaca doa: Subhanallahil ‘azhiim (Maha Suci Allah, Yang Maha Agung). Jika begitu berat kesusahannya, beliau membaca doa: Yaa Hayyu yaa Qayyuum (wahal Zat Yang Hidup dan Maha Menghidupkan).”

Shahih Bukhari dan Shahih Muslim menyebut riwayat dari Anas. Doa yang sering dibaca Rasulullah SAW adalah:

اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allaahumma aatina fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasana-taw wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya, “Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kebaikan dalam dunia dan akhirat, dan jauhkanlah kami dari api neraka.”

Diriwayatkan dalam kitab Sunan an-Nasa`i, Abdullah bin Ja’far berkata: “Aku menjumpai Rasulullah SAW mengucapkan kalimat doa tersebut, dan beliau memerintahkan kepadaku, jika tertimpa musibah atau musibah yang dahsyat untuk membaca doa tersebut dan menambahkan dengan doa:

لا إله إلا اللهُ الْكَرِيمُ الْعَظِيمُ، سُبْحَانَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيمِ.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

(Laa illaaha illal laahul kariimul ‘adhiim, sunhaanahu tabaarakal laahu rabbul ‘arsyil ‘adhiim, alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.)

‘Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan pemilik Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah.'”

Abdullah bin Ja’far membacakan doa tersebut kepada orang sakit. Ia juga mengajarkannya kepada orang yang akan melangsungkan pernikahan.

(FHD/IQRA)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini