KNews.id – Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklaim aliran listrik di Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya usai banjir Sumatera melanda.
“Infrastruktur listrik wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) berfungsi seratus persen pada hari ini, Jumat (5/12). Secara bertahap kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak kembali pulih,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran persnya, Sabtu (6/12/2025).
Pemulihan jaringan listrik tersebut berada di 19 kabupaten dan kota di wilayah Sumbar. Sebanyak 19 kabupaten dan kota yang sudah dipulihkan jaringan listriknya, yaitu Kota Padang, Bukit Tinggi, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar dan Agam.
“Satu wilayah terakhir yang menyala di wilayah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Perbaikan yang dihadapi karena kondisi jalur berlumpur di daerah itu. Namun, petugas bekerja keras untuk mengoptimalkan pemulihan jaringan listrik,” kata Abdul Muhari.
Bencana Alam Sumatera: 35.813 Orang Dievakuasi Artikel Kompas.id Baca juga: Pak Prabowo, Listrik di Aceh Sudah Padam 10 Hari Perbaikan jalan dan jembatan BNPB juga menyampaikan Kementerian Pekerjaan Umum dan dinas terkait di daerah telah memperbaiki jalan dan jembatan.
Ruas jalan yang masih terputus atau belum dapat dilalui di antaranya Sicincin dan batas Kota Padang Panjang KM 63+500, yang putus total. Terdapat 12 titik longsor tambahan yang menggerus bahu jalan dan satu jalur.
“Perbaikan ditargetkan berlangsung selama 14 hari dengan membuka satu lajur untuk kendaraan ringan,” kata Abdul Muhari.
Sedangkan akses utama yang sudah dapat diakses, di antaranya Padang–Pariaman–Pasbar–Batas Sumatera Utara, Padang Panjang–Bukittinggi–Batas Riau, Padang–Painan–Batas Bengkulu, serta Padang–Solok–Dharmasraya–Batas Jambi.
Saat ini terdapat 23 ekskavator, 11 dump truck dan 6 wheel loader yang dikerahkan untuk perbaikan darurat di semua titik.
Sejumlah kendaraan pendukung dimobilisasi untuk percepatan penanganan di lapangan.




