KNews.id – Jakarta – TikTok mengumumkan serangkaian fitur dirancang untuk membatasi doomscrolling dan mengurangi munculnya konten AI berkualitas rendah, dua isu yang sering kali menjadi keluhan banyak pengguna media sosial dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip ZDnet, Senin (24/11/2025), TikTok memperkenalkan “misi kesejahteraan” atau “well-being missions” yang membantu pengguna menjaga kesehatan digital mereka.
Fitur baru TikTok ini berisi jurnal afirmasi, generator suara menenangkan, dan latihan pernapasan. Disebutkan, pengguna yang menyelesaikan misi akan mendapat lencana digital di profil mereka.
Empat Misi Kesejahteraan
- Jam tidur (Sleep Hour)
Untuk mendapat lencana ini, pengguna haru berhenti membuka aplikasi TikTok di malam hari. Misi ini dilakukan selama delapan minggu dan pengguna akan memiliki ikon “pohon kesejahteraan” yang tumbuh tiap minggu.
- Waktu layar harian (Daily Screen Time)
Untuk mendapatkan lencana waktu layar, pengguna harus tetapkan batas waktu layar harian dan patuhi batas tersebut.
- Waktu layar mingguan (Weekly Screen Time)
Menjaga waktu layar selama satu hari, tetapi TikTok juga menghadirkan lencana mingguan untuk menjaga waktu layar mingguan pengguna di bawah batas tertentu. Pengguna akan memiliki akses ke laporan waktu layar mingguan utnuk membantu pengguna tetap pada batas waktunya.
- Duta kesejahteraan (Well-being Ambassador)
Ada pun misi untuk meningkatkan kesadaran akan program kesejahteraan TikTok. Ketika pengguna mengundang orang lain untuk menjelajahi misi tersebut, pengguna akan mendapatkan lencana duta khusus.
TikTok sebelumnya sudah memiliki alat pengatur waktu layar. Namun, sistem lencana memberi motivasi baru agar pengguna lebih konsisten menjaga pola penggunaan aplikasi.
Acara aksesnya pun mudah, cukup buka profil, tekan ikon tiga titik di kanan atas, lalu masuk ke “Settings and Privacy”. Setelah itu, pilih “Time and Well-being”.
Atur Jumlah Konten AI
Baik aplikasi Spotify dan Pinterest sudah membahas masalah AI sebelumnya, kini waktunya TikTok. Sebuah postingan terbaru merinci bagaimana aplikasi tersebut menguji alat yang memungkinkan pengguna melihat lebih sedikit konten AI.
Aplikasi TikTok memiliki menu pengaturan tempat untuk mengatur slider menyesuaikan algoritma pengguna. Slider ini mencakup topik seperti berita terkini, tari, humor, hewan peliharaan, olahraga, dan perjalanan. Daftar ini nantinya akan mencakup konten yang dihasilkan oleh AI.
Seperti slider lainnya, slider ini akan berada di posisi tengah secara default. Pengguna dapat menggesernya dua spasi ke arah mana pun untuk menentukan apakah pengguna ingin konten AI lebih banyak atau sedikit.
Untuk mengetahui apakah pengguna memiliki slider ini. Buka profil, klik menu tiga baris di kanan atas, pilih “Pengaturan dan privasi” lalu “Preferensi konten”, dan pilih “Kelola Topik”.
TikTok sudah memiliki alat manajemen waktu layar yang memungkinkan pengguna mengatur batas waktu layar dan pengingat untuk beristirahat. Tetapi lencana baru memberikan insentif yang lebih besar.
Pengguna dapat mengakses misi ini dengan cara:
- Membuka profil, lalu mengetuk menu tiga titik di kanan atas.
- Klik opsi “Pengaturan dan Privasi”.
- Pilih “Waktu dan Kesejahteraan”.
Sora Resmi Hadir di Android Usai Tembus 1 Juta Unduhan di iOS, Siap Tandingi TikTok dan Instagram
Di sisi lain, OpenAI meluncurkan aplikasi generator video berbasis kecerdasan buatan (AI), Sora, untuk pengguna perangkat Android. Aplikasi Sora ini sudah dapat diunduh melalui Google Play Store dengan wilayah Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Sora pertama kali meluncur ke platform mobile lewat peluncuran aplikasi tersebut di App Store pada September 2025. Hanya dalam waktu satu minggu, aplikasi ini mencatat lebih dari 1 juta unduhan dan langsung berada di puncak toko aplikasi Apple tersebut.
Dengan kehadirannya di Play Store, diperkirakan jumlah pengguna Sora akan meningkat secara signifikan.
Mengutip TechCrunch, Minggu (9/11/2025), Sora versi Android membawa fitur berbagi video berbasis feed cara kerjanya mirip TikTok atau Instagram. Fitur ini memungkinkan pengguna menjelajah video buatan AI dalam format vertikal.
Langkah ini dianggap menjadi strategi OpenAI untuk masuk ke pasar video pendek dan bersiang langsung dengan TikTok, Instagram, dan platform berbagi video singkat lainnya.
Pelopor teknologi AI tersebut juga tetap mempertahankan semua fitu di versi iOS, termasuk fitur “Cameos” diperuntukkan bagi pengguna untuk membuat video diri mereka sendiri saat melakukan berbagai aktivitas menggunakan model mirip mereka sendiri.
Sora sendiri saat ini sedang menghadapi kritik terkait penggunaan deepfake. Setelah peluncuran awal, berbagai unggahan video tak pantas dibuat pakai AI ini mulai marak beredar di internet.
TikTok mengumumkan tiga fitur baru di Tiktok US Creator Summit, Amerika Serikat (AS). Fitur ini mencakup pembaruan sistem bagi hasil untuk kreator yang menawarkan langganan.
Dilansir The Verge, Jumat (31/10/2025), fitur ini dapat membantu tahap awal membuat video dan saat menyunting video panjang menjadi lebih pendek.
Fitur pertama adalah Smart Split, alat penyunting video panjang menjadi lebih pendek. Meskipun berfungsi untuk video yang lebih dari satu menit, TikTok menyarankan alat ini untuk rekaman podcast panjang atau rekaman seharian.
Pengguna dapat memilih bagian video yang ingin dipendekkan. Nantinya Smart Split yang akan mengerjakan sisanya, seperti memilih durasi, membuat teks, dan bahkan membingkai ulang konten secara vertikal.
Fitur ini tersedia global melalui platform manajemen web TikTok Studio.
Fitur kedua adalah AI Outline, yang dirancang untuk digunakan bahkan sebelum rekaman. Sesuai namanya, alat ini menggunakan AI untuk membuat kerangka video berdasarkan permintaan atau topik yang banyak dicari.
Kerangka ini mencakup judul video, tagar, hook, dan ide skrip yang dibuat otomatis. Nantinya, hasil dari konten masih bisa diedit dan disempurnakan oleh kreator sesuai preferensinya.
Berbeda dengan Smart Split, AI Outline akan dirilis terbatas, hanya tersedia mulai Rabu (29/10/2025) untuk kreator TikTok di atas 18 Tahun di AS, Kanada, dan “pasar tertentu”. Nantinya akan diluncurkan lebih luas dalam beberapa minggu mendatang.
Fitur ketiga yaitu Pembaruan Pembagian Pendapatan Langganan yang memungkinkan kreator menerima hingga 90 persen dari bagi hasil keuntungan. Setelah dikurangi biaya, kreator menerima 70 persen pendapatan langganan.
Namun, kreator yang memenuhi persyaratan tertentu dapat membuka hadiah bulanan tambahan sebesar 20 persen. Kreator harus memiliki minimal 10 ribu pengikut, menghasilkan 100 ribu views dalam sebulan terakhir, dan mengunggah tiga atau lebih video khusus langganan dalam sebulan terakhir.
Dilansir Newsroom Tiktok, “Kami ingin memberdayakan kreativitas manusia dengan perangkat bertenaga AI yang memudahkan pembuatan, penemuan, dan koneksi seputar konten orisinal.”




