spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
spot_img

Indahnya Berebut Kekuasaan

Oleh : Sutoyo AbadiĀ 

KNews.id – Jakarta, Rakyat Indonesia ingin hidup nyaman, tenang, damai dialam keadilan dengan kearifan dan kebijakan diatas rambu rambu tujuan negara sesuai Pembukaan UUD 1945. Bisa ditemukan dalam mimpi.

- Advertisement -

Suara dan aspirasi rakyat semestinya didengar para penyelenggara negara yang hakekatnya sebagai penguasa mereka hanya mendapatkan mandat dari rakyat yang sifatnya sementara. Dianggap kekuasaan pemberian dukun.

Denyut manusia yang menjadi dasar keberadaannya menjauh dari nilai nilai kemanusiaan apalagi bermakna ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Yang penting berkuasa.

- Advertisement -

Setiap hari para petinggi negara cuap cuap memuntahkan pidatonya dikemas seperti dewa dari langit tentang keadilan dan masa depan Indonesia emas 1000 tahun lagi. Hobi dleming jadi wataknya.

SesekaliĀ  sebagai penguasa memaksa rakyatnya untuk mendengarkan, percaya dan meyakini fatwa pidatonya itu sakral, dengan penuh percaya diri rakyat dianggap sudah bisu, tuli dan buta. Dasar penguasa koplak.

Indonesia sedang terjebak, terjerumus terlena, linglung masuk dalam cerita kolosal sebuah drama moral dan keadilannya bukan lagi sebuah nilai tetapi komoditas jualan versi “Dajjal”, hanya ada dua pilihan ikut sebagai budak akan selamat melawan berarti mampus. Sudah sinting semua.

Benar benar pemimpin tolol, kalau akan jualan moral, kearifan dan kebajikan, lapak jualannya dengan kebohongan, tipuan dikemas dengan sinetron atau teater penghinatan dan penghakiman moral dengan arogan seolah – olah sebagai juru selamat. Merasa sudah jadi Fir’aun.

Indonesia sudah masuk Kiamat Sughro, “kiamat kecil atau kiamat kecil-kecilan.” pelan tapi pasti mendekati Kiamat Kubra, menuju jurang kehancurannya, karena keangkuhan, semua hanya berebut kekuasaan, meremehkan semua rambu – rambu para pendiri bangsa. Nggak urusan yang penting sudah dapat kekuasaan.

Kiamat Sughro bagi Indonesia munculnya kejadian, korupsi meraja lela, kerusakan moral, kekacauan dan kerusuhan sosial, pertengkaran, percekcokan setiap hariĀ  hilangnya sifat kemanusiaan sebagai manusia,Ā  hilangnya norma dan tatanan kehidupan bersama dengan normal. Sudah jadi manusia binatang.

- Advertisement -

Kunci penyelamatan negara segera kembali pada Pancasila dan UUD 45 ( asli ), masih di abaikan, mungkin menunggu Indonesia porak poranda atau bubar.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini