spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
spot_img

Kekejaman Dan Kebengisan PIK 2 Harus Dilawan Dengan Keras

Oleh : Sutoyo AbadiĀ 

KNews.id – Jakarta, Ketika hukum kehilangan keadilan, maka ia bukan lagi hukum, melainkan alat penindasan. ( Gustav Radbruch ). Gerak seorang petarung, karena memang harus bergerak ( Joe Frazier ).

- Advertisement -

Tutup rekayasa Penjajah Gaya Baru, dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun, harus dilawan dengan semangat PRIBUMI BANGKIT pegang teguh TRILOGI PRIBUMISME untuk mencapai Bonum Pubicumm ( kemakmuran bersama), berisi : Pribumi Pendiri Negara, Pribumi Pemilik Negara dan Pribumi Penguasa Negara”

Konflik di PIK 2 cukup lama terus berlanjut dan sangat melelahkan, karena berbagai sebab perlawanan semakin melemah, rakyat hanya bisa bertahan dengan penyataan sikap dan demo kecil yang tidak akan di gubris mereka.

- Advertisement -

Manuver perlawanan rakyat harus di ubah menjadi perlawanan memaksa dengan kekerasan. Cara ini untuk mengendalikan keseluruhan tindakan dalam konteks perlawanannya. Apapun yang mereka lakukan harus dipaksa mematuhi aspirasi rakyat dan semua aturan yang telah di tetapkan.

Perlawanan jangan terlalu banyak diskusi apalagi hanya mengeluarkan sikap membahas dan mengelola banyak masalah. Cara itu hanya akan membuat perlawanan kelelahan, perlawanan akan terus melemah bahkan akan melangkah yang salah akhirnya kehilangan kendali atas situasinya dan sia – sia.

Situasinya telah memaksa untuk perlawanan yang agresif untuk merebut inisiatif, mutlak harus ada perlawanan yang keras tanpa mengenal ampun.

Tidak lagi diperlukan saat ini :

Tidak ada lagi dan stop menunggu kesempatan datang dengan kompromi atau menempuh jalur hukum yang terbukti hanya sia – sia, kesempatan dan perlawanan harus diciptakan sendiri. PIK 2 sudah cukup membuat kalang kabut rakyat, tiba saatnya PIK 2 harus dijadikan kalang kabut karena ulangnya mereka sendiri yang selalu menggunakan cara – cara menerabas.

Geser medan perlawanan, stop pernyataan sikap, negosiasi dengan cara apapun, beri mereka satu pilihan, mengikuti aspirasi rakyat, mengembalikan hak hak rakyat atau harus digempur rakyat sebagai pemilik kedaulatan negara.

- Advertisement -

Perlawanan rakyat harus keras, silahkan mereka untuk memainkan kekuatan mereka, jangan pedulikan dan jangan takut giring mereka masuk ke perangkap mematikan yang mereka buat sendiri, rakyat sudah pada batas kesabaran dan penderitaannya.

Sadarkan masyarakat yang telah melemah karena di duga telah terbeli dengan kekuatan angpao mereka, sadarkan mereka bahwa tidak akan ada kekuatan yang bisa menolong lagi selain dirinya sendiri ( rakyat ) yang harus bergerak sudah waktunya harus melawan dengan keras ( hidup atau mati ).

Seorang yang pandai berperang akan memaksa lawannya dan tidak membiarkan dirinya dipaksa orang lain ( Sun-tzu )

Kehati-hatian terbaik adalah menghancurkan mereka terlebih dahulu sebelum kita dihancurkan (Sultan Agung Hanyokrokusumo).

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini