KNews.id – Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuat gebrakan dengan menarik dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah sebesar Rp200 triliun dari sekitar Rp465 triliun yang disimpan di Bank Indonesia (BI), lalu menempatkannya ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI). Tujuannya, untuk menggairahkan perekonomian nasional yang masih lesu.
Pada publikasi ini, NEXT Indonesia Center melakukan simulasi untuk menelusuri sektor usaha yang pantas mendapatkan kucuran kredit agar memiliki daya dongkrak yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kami menghitung perubahan PDB yang mampu diungkit oleh perubahan nilai kredit di setiap sektor atau menghitung multiplier kredit terhadap PDB. Semakin besar nilai multiplier, semakin tinggi pula daya dongkraknya.
Nilai multiplier tersebut kemudian dipadukan dengan sektor dengan kontribusi terhadap PDB tertinggi dan sektor dengan porsi kredit lapangan usaha tertinggi.
Hasilnya, ada lima sektor yang sebaiknya diprioritaskan bank Himbara yang ingin menyalurkan kredit, yaitu:
(1) industri pengolahan;
(2) perdagangan;
(3) pertanian, kehutanan dan perikanan;
(4) transportasi, pergudangan, informasi dan komunikasi;
(5) real estat dan jasa perusahaan.
Narahubung:
Research Coordinator Next Indonesia Center,
Phone: ‪+62 823-1016-512
(FHD/NRS)





