spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
spot_img

Israel Hancurkan 25 Menara Hunian dan Ancam Ubah Gaza Jadi Puing-puing

KNews.id – Gaza,  Militer Zionis kalap karena Hamas tak kunjung menyerah dan membebaskan para sandera Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pasukannya telah menghancurkan 25 menara hunian di Kota Gaza sejak dimulainya operasi darat. Katz mengeklaim bahwa puluhan menara itu adalah “bangunan terkait teror”.

“Jalur Gaza akan hancur dan berubah menjadi puing-puing,” ancam Katz, seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis (18/9/2025).

- Advertisement -

Dalam sebuah unggahan di X, Katz menulis: “Dengan dimulainya manuver darat dan serah terima komando kepada komandan lapangan, 25 menara teror telah dihancurkan.” 

“Sejumlah [bangunan menara] besar dan penting, yang bertujuan untuk menyingkirkan ancaman sniper terhadap pasukan kami. Teroris terbunuh, dan infrastruktur dihancurkan. Warga Gaza telah diperintahkan untuk pindah ke selatan demi perlindungan mereka,” lanjut Katz.

- Advertisement -

“Jika Hamas tidak membebaskan para sandera dan meninggalkan senjatanya, Gaza akan hancur dan berubah menjadi monumen bagi para pembunuh dan pemerkosa Hamas,” ujarnya.

Sementara itu, militer Israel melanjutkan pengeboman besar-besarannya di Kota Gaza dan sekitarnya. Israel juga mengumumkan pembukaan “jalur sementara” melalui Jalan Salah al-Din bagi warga Gaza untuk menuju ke selatan, mulai Rabu siang hingga Jumat siang besok, dengan klaim bahwa hal itu bertujuan untuk “memfasilitasi pergerakan ke wilayah-wilayah kemanusiaan”.

Sementara itu, Presiden Irlandia Michael D Higgins mengatakan Israel dan negara-negara pemasok senjatanya harus dikeluarkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Alasannya, rezim Zionis telah melakukan genosida di Gaza dan negara-negara pemasok pemasok senjatanya juga berarti mendukung genosida.

Seruan keras Higgins muncul setelah tim ahli independen yang ditugaskan oleh Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB menyimpulkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.

Temuan tim yang beranggotakan tiga orang ini merupakan tuduhan terbaru genosida terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sementara Israel terus melanjutkan perang brutalnya di Gaza yang telah mengakibatkan puluhan ribu kematian.

Komisi Penyelidikan Wilayah Palestina yang Diduduki dan Israel, yang dibentuk empat tahun lalu, telah berulang kali mendokumentasikan dugaan pelanggaran HAM sejak serangan mematikan 7 Oktober 2023 oleh Hamas.

- Advertisement -

Komisi ini tidak dapat mengambil tindakan terhadap masing-masing negara, tetapi temuannya dapat digunakan oleh jaksa penuntut di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) maupun Mahkamah Internasional PBB atau ICJ.

Israel menolak bekerja sama dengan komisi tersebut dan menyebut tuduhan genosida sebagai antisemit.

Berbicara kepada para wartawan di Kejuaraan Membajak Nasional sebagai salah satu penampilan publik besar terakhirnya sebelum akhir masa jabatannya, Higgins menanggapi temuan dari apa yang dia gambarkan sebagai “dokumen yang sangat penting”.

“Saya sendiri yakin bahwa tindakan yang diperlukan saat ini adalah mengucilkan mereka yang melakukan genosida, dan mereka yang mendukung genosida dengan persenjataan,” katanya, seperti dikutip dari The Independent.

“Kita harus melihat pengucilan mereka dari PBB, dan kita seharusnya tidak ragu lagi untuk mengakhiri perdagangan dengan orang-orang yang melakukan hal ini terhadap sesama manusia kita,” paparnya.

Presiden Irlandia ini juga meluapkan kekesalannya secara pribadi kepada Presiden Israel Isaac Herzog karena sudah membohonginya tentang nasib bantuan kemanusiaan Irlandia yang ditujukan untuk warga Palestina di Gaza.

Menurut laporan Irish Times, Higgins mengungkapkan dalam pidatonya bahwa dia—saat bertemu dalam pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan pada 18 Mei—telah bertanya langsung kepada Herzog tentang nasib dua kiriman makanan Irlandia yang tertahan di perbatasan Gaza.

Herzog telah meyakinkannya bahwa kiriman bantuan tersebut akan sampai ke Palestina pada hari yang sama, tetapi Higgins kemudian mengetahui melalui Kedutaan Irlandia bahwa bantuan tersebut tertahan di Amman, Yordania, dan tidak diizinkan masuk oleh Israel.

Lebih lanjut, Higgins mengkritik keras Uni Eropa dengan menuduh beberapa negara anggota blok tersebut tetap diam menghadapi kelaparan buatan manusia di Gaza, dan menambahkan bahwa Uni Eropa tidak dapat menyebut dirinya sebagai serikat jika gagal bertindak melawan Israel.

(FHD/Snd)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini