spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
spot_img

PM Israel Benjamin Netanyahu Kabur Bak Pengecut, Saat Kediamannya di Geruduk Demonstran

KNews.id – Jakarta, Para pengunjuk rasa mendirikan tenda di luar kediaman Benjamin Netanyahu di Yerusalem untuk menentang serangan militer Israel di Kota Gaza. Demikian kantor berita Ynet melaporkan. Polisi pun terpaksa menutup area dengan radius 300 meter dari rumah pemimpin Israel itu.

Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang mengatakan bahwa kerabat para sandera telah tiba di Yerusalem setelah muncul laporan tentang serangan darat Israel ke Gaza.

- Advertisement -

Mereka, yang bermalam di sekitar kediaman Netanyahu, mengaku khawatir orang-orang tercinta mereka, yang ditawan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, di Gaza bisa terbunuh dalam serangan Israel itu. Menurut forum itu, Netanyahu meninggalkan kediamannya hanya beberapa menit setelah media melaporkan bahwa keluarga para sandera berencana menggelar aksi protes di rumahnya.

“Tujuan saya cuma satu — agar negara ini sadar dan membawa pulang anak saya bersama 47 sandera lainnya, hidup atau mati, dan agar para prajurit kita kembali ke rumah,” kata Einav Zangauker, ibu dari salah satu sandera.

- Advertisement -

“Dia (Netanyahu) tidak mau mendengar kami, jadi dia kabur seperti pengecut. Kami akan mengikutinya ke mana pun, siang dan malam. Ini sudah cukup,” kata Zangauker.

Para pengunjuk rasa meyakini kerabat mereka ditahan di daerah-daerah yang menjadi target pengeboman Israel dan mengatakan operasi militer di Kota Gaza justru membahayakan nyawa para sandera. Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan bahwa militer Israel telah memulai serangan di Kota Gaza dengan tujuan mendudukinya.

“Tujuan militer Israel adalah untuk menduduki sepenuhnya Kota Gaza,” demikian menurut portal berita tersebut. Axios juga mengutip media Palestina yang melaporkan bahwa pada Senin (15/9) malam, Angkatan Udara Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Gaza. Tak lama kemudian, tank-tank Israel memasuki kota tersebut.

Axios mencatat bahwa kepala staf umum tentara Israel (IDF) Eyal Zamir, kepala dinas intelijen Mossad, dinas keamanan umum (Shin Bet), dan intelijen militer menyarankan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari operasi di Kota Gaza.

Mereka mengatakan kepada Netanyahu bahwa serangan tersebut dapat membahayakan nyawa para sandera Israel di kota tersebut, menyebabkan kerugian besar bagi IDF, dan memaksa Israel untuk memberlakukan kekuasaan militer atas kota tersebut.

Selain itu, mereka menekankan bahwa operasi tersebut mungkin tidak akan melenyapkan gerakan kelompok perjuangan Palestina, Hamas.

- Advertisement -

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini