Oleh : Sutoyo Abadi
KNews.id – Jakarta, Hari ini kita menyaksikan Nepal negara kecil di kaki Himalaya, mencetak sejarah baru mentukan sistem demokrasi baru – setelah sekian lama dengan sistem tata kelola yang menindas rakyat.
Rakyat menentukan sikapnya sebagai pemilik kekuasaan, menentukan sistem demokrasi tidak lewat parlemen ( yang telah menjadi budak kapitalis ) atau lewat TPS yang bisa menjadi lahan jarahan pemilik modal, mereka voting Perdana Menteri cuma lewat Discord. Ini bisa sebagai cikal bakal “Digital Perlemter”.
Discord adalah platform komunikasi untuk suara, video, dan teks yang memungkinkan pengguna terhubung dengan teman dan komunitas secara daring. Pengguna dapat membuat atau bergabung dengan server, yang merupakan tempat berkumpulnya komunitas.
Rakyat menentukan demokrasi pindah ke server “discord, bikin parlemen digital”, dan serempak voting rakyat siapa yang paling layak jadi Perdana Menteri.
Rakyat tanpa kecuali melakukan pilihannya lewat lewat voting digital di ruang yang mereka bangun sendiri, melalui Server Discord, ratusan channel, ribuan suara, satu keputusan.
Murni pilihannya rakyat memilih Sushila Karki mantan Ketua Mahkamah Agung, yang bersih, tegas, dan jauh dari pencitraan tanpa drama politik panggung terpilih sebagai Perdana Menteri baru. Presiden taat dengan pilihan mereka diresmikan / dilantik secara formal. Dia perempuan pertama yang pernah duduk di kursi tertinggi pemerintahan Nepal.
Perdana Menteri pilihan rakyat ini bersih dari para bandit, bandar dan badut politik, bukan hasil lobi partai politik, kampanye baliho dan jualan pidato gombal asal cuap cuap menebar janji bodong.
Ini bukan lagi tentang Nepal negara kecil di kaki Himalaya tetapi cermin penguasa yang arogan, hedonis ( hidup mewah ) diatas penderitaan rakyat terpaksa di habisi oleh rakyatnya sendiri.
Ini menjadi refleksi bagi Bangsa Indonesia, yang telah meninggalkan Pancasila dan UUD 45 ( asli ). Penguasa masih pongah dari rambu rambu penyelamatan yang telah digariskan oleh para pendiri bangsa.
Kita sering nyinyir kekuatan rakyat sebagai pemilik kekuasaan merasa semua bisa dibeli. Itu hanya Nepal negara kecil, lupa itu contoh alamiah semua negara bisa mengalami kejadian yang sama, ketika kukasaan lepas kendali dari pemiliknya ( rakyat ), bisa terjadi di negara lain termasuk Indonesia
Masih nyinyir Nepal negara kecil, tetapi fakta rakyat bergerak cepat secara alami menentukan masa depan hidupnya dan masa depan politiknya.
(FHD/NRS)




