KNews.id – Jakarta, Pengamat sosial politik dari Universitas Paramadina, Septa Dinata menilai, Presiden Prabowo Subianto sangat berhati-hati dalam memutuskan siapa yang akan mengisi kursi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru.
“Sepertinya ini juga sangat terkait dengan risiko-risiko politik dan keamanan jika salah langkah. Koalisi pemerintahan Prabowo sangat besar, terdiri dari berbagai partai dengan kepentingan berbeda. Setiap posisi strategis di kabinet bisa menjadi ajang tarik-menarik antar elite politik,” ujar Septa dikutip Senin (15/9/2025).
“Itulah sebabnya penentuan Menko Polkam dan Menpora relatif lebih lama karena posisinya punya nilai politik yang tinggi,” sambungnya. Namun, dia menyarankan Presiden Prabowo untuk menunjukkan ketegasan, bila kepentingan bangsa berada di atas kompromi politik.
“Tantangannya ada pada menjaga keseimbangan yakni mengakomodasi kekuatan politik pendukung, tanpa kehilangan kendali terhadap arah kebijakan strategis,” tandasnya.
Sebelumnya, Prabowo sempat angkat bicara terkait posisi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang tak kunjung terisi hingga saat ini.
Ia pun meminta agar publik bisa sabar menunggu pelantikan menteri untuk mengisi posisi tersebut. “Ya nanti tunggu, tunggu waktunya,” kata Prabowo kepada wartawan di SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/9/2025).
Prabowo berkelakar penantian ini dilakukan guna menjaga antusiasme masyarakat, termasuk media dan berbagai pihak lainnya. “Biar kalian ada semangat. Oke ya,” ucapnya.
Diketahui, ada lima menteri dari lima kementerian diganti, pada Senin (8/9/2025). Mereka adalah:
1. Budi Gunawan, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan
2. Sri Mulyani, Menteri Keuangan
3. Abdul Kadir Karding, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
4. Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi
5. Dito Ariotedjo, Menteri Pemuda dan Olahraga
Adapun nama-nama baru yang dilantik:
• Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
• Menteri P2MI/Kepala BP2MI: Mukhtarudin
• Menteri Koperasi: Ferry Juliantono
• Menteri Haji dan Umrah: Mochamad Irfan Yusuf
• Wamen Haji dan Umrah: Dahnil Anzar Simanjuntak




