spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
spot_img

Kesenjangan Digital: 5 Kebiasaan Baby Boomer di Media Sosial yang Perlu Dihindari

KNews.id – Jakarta – Kesenjangan digital antara mereka yang tumbuh bersama teknologi dan yang mengadopsinya belakangan sering kali terlihat jelas.

Generasi Baby Boomer terkadang tanpa sadar melakukan hal-hal yang memalukan di media sosial. Itu terjadi karena mereka melewatkan aturan tak tertulis budaya digital.

- Advertisement -

Melansir dari Geediting.com Selasa (12/8), kebiasaan-kebiasaan ini biasanya muncul dari niat baik untuk terhubung dan berbagi.

Namun, beberapa perilaku ini dapat merusak citra digital mereka. Mari kita telusuri lima kebiasaan yang dimaksud dalam artikel tersebut.

- Advertisement -

1. Berkomentar Seperti Menulis Surat Resmi

Satu di antara kebiasaan yang paling sering terlihat adalah cara mereka berkomentar. Mereka menggunakan bahasa yang terlalu sopan dan sangat terperinci. Ini lebih cocok untuk surat bisnis daripada interaksi santai di media sosial.

Kebiasaan ini membuat komentar mereka terlihat kaku dan tidak sesuai dengan nada percakapan yang umum. Hal ini membuat mereka terlihat canggung di lingkungan digital yang lebih luwes.

2. Membagikan Informasi Palsu Tanpa Verifikasi

Banyak boomer yang sering membagikan informasi usang atau hoaks tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Mereka kekurangan naluri untuk memverifikasi fakta sebelum membagikan sesuatu di internet. Hal ini sering membuat mereka menjadi penyebar disinformasi.

Kebiasaan ini bisa merusak reputasi mereka. Selain itu, mereka juga bisa dianggap sebagai sumber berita tidak tepercaya.

- Advertisement -

3. Menandai Orang di Unggahan yang Tidak Relevan

Mereka sering menandai orang lain dalam unggahan yang sama sekali tidak berhubungan dengan mereka. Hal ini dilakukan karena mereka berpikir itu cara menarik perhatian. Padahal, tindakan itu justru membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Kebiasaan ini menciptakan keterkaitan aneh antara orang tersebut dan konten yang tidak relevan. Itu bisa menimbulkan kebingungan dan berpotensi memalukan bagi yang ditandai.

4. Menulis Curhatan Panjang di Kolom Komentar

Beberapa boomer suka mengubah unggahan sederhana menjadi cerita otobiografi yang panjang. Mereka menuliskan seluruh riwayat hidup atau cerita panjang di bagian komentar. Mereka berpikir itu adalah ruang yang tepat untuk berbagi cerita.

Padahal, hal itu mengganggu alur percakapan dan membuat orang lain merasa malas membaca. Komentar panjang dan tidak relevan sering kali diabaikan.

5. Mudah Terjebak Skema Penipuan

Pria dan wanita dari generasi ini sering menjadi korban skema penipuan daring yang jelas sekali. Mereka mudah percaya pada hoaks tentang biaya media sosial atau promosi hadiah palsu. Mereka tidak terbiasa melihat tanda bahaya digital.

Kurangnya kepekaan ini membuat mereka rentan menjadi target penipu. Mereka tidak tahu cara mengenali bendera merah dalam promosi daring.

Memahami kebiasaan-kebiasaan ini adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan digital yang ada.

Dengan sedikit kesadaran akan isyarat sosial di media sosial, generasi Boomer dapat meningkatkan kehadiran daring mereka. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat diperbaiki dengan panduan serta latihan.

(NS/JWPS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini