Oleh : Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP
KNews.id – Jakarta, Melihat sikap sosok Gibran terhadap AHY bukan atau jauh dari sifat kenegarawan yang didepan publik tampak seolah menunjukan ketidakharmonisan dirinya kepada sosok Menteri yang dari jenjang jabatan /strata AHY bolej dikatakan merupakan “anak buahnya” dikabinet KMP.
Diibaratkan perilaku tokoh legenda Kabayan dari tataran Sunda, maka lebih nyaman perilaku tingkah polah Kabayan, undang lucu, ceria dan andai tokoh nyata ada, maka cukup menghibur dan secara psikologis dpt melenyapkan rasa penat orang lain, sehingga memiliki value positif, bakal digandrungi teman temannya serta para karabat marabatnya…krn Kabayan selain dikenal punya sikap jujur dan polos dan apa adanya serta hidup sederhana.
Beda jika sosok Gibran bila disandingkan dgn tokoh Kabayan, Gibran bukan sosok sederhana, Dia riil menjabat RI 2 dan eks Walikota Solo, namun bad attitude, menjengkelkan dan berlatar belakang historis politik negatif.
Selebihnya perangainya lebih banyak tak sedap dimata khalayak, Gibran apatis lingkungan (arogansi). Gibran gak peduli, apatis kpd manusia lingkungan disekelilingnya yg semestinya dia role model.
Sehingga antara kedua tokoh yang nyata dan tokoh fiktif namun melegenda, perbedaannya sangat siginifikan atau tidak setara.
Gibran bisa mudah mengundang (ujar) kebencian lintas golongan, sedangkan Kabayan sulit mengundang kemarahan , justru mengundang tawa riang dan keakraban lintas kelompok.
(FHD/NRS)





