KNews.id – Jakarta Sekolah Rakyat tengah digencarkan oleh pemerintah, di mana program ini hadir bukan hanya sebagai sekolah alternatif, tetapi pemerintah menyebut sebagai jalur pemutus mata rantai kemiskinan generasional.
Terkait hal itu, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan, inisiatif ini sangat selaras dengan poin keempat Asta Cita, yakni membangun SDM unggul melalui penguatan sektor pendidikan, sains, dan teknologi.
“Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat marginal. Kami di DPD RI mendukung penuh langkah progresif ini sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi SDM nasional,” kata dia dalam keterangannya.
Sultan pun menyoroti keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang dipandangnya menjadi penegasan bahwa pemerataan pendidikan adalah prioritas strategis menuju Indonesia Emas 2045.
“Kolaborasi antara Kementerian Sosial, Kementerian PU, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program ini. Sekolah Rakyat harus kita dorong menjadi gerakan nasional,” jelas dia.
Lantik 1.323 Guru Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul resmi melantik 1.323 guru Sekolah Rakyat di 100 titik seluruh Indonesia. Dengan pelantikan ini, para guru tersebut telah berstatus definitif dan berhak mendapatkan tunjangan serta hak-hak lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jadi tadi kita sudah melakukan pelantikan, dengan begitu 1.323 itu sudah definitif sebagai guru Sekolah Rakyat dan sekaligus nanti akan mendapatkan hak-hak dan tunjangannya,” kata Gus Ipul di Graha Aneka Bhakti Kantor Kementerian Sosial.
Gus Ipul memastikan, dengan dilantiknya mereka maka sudah tidak adalagi problem soal guru-guru yang memilih mundur. Menurut dia, pihaknya menghormati keputusan para guru yang terpilih namun mengundurkan diri.
“Kalau ada yang tidak memenuhi panggilan tentu kami menghormati. Harapannya memang siap ditempatkan di mana pun. Tapi jika ada yang mengundurkan diri, tentu kami sangat menghargai,” jelas Gus Ipul.
Gus Ipul memastikan, Kementerian Sosial sudah menyiapkan langkah pengganti untuk posisi yang ditinggalkan. Berdasarkan informasi terbaru, kekosongan posisi guru telah terisi dan mereka akan dilantik pada gelombang berikutnya.
“Alhamdulillah, per hari ini sudah terisi semua untuk menggantikan yang mengundurkan diri itu. Dan tidak mengganggu proses belajar-mengajar, karena sebagian besar yang mundur berada di sekolah yang belum beroperasi,” jelas dia.




