spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
spot_img

3 Negara Pendukung Setia Israel, Salah Satunya Mayoritas Berpenduduk Islam

KNews.id – Gaza, Israel mendapatkan dukungan dari banyak negara, umumnya Barat yang dipimpin Amerika Serikat. Namun, Israel juga meraih dukungan dari banyak negara lainnya, termasuk di Asia.

Israel memiliki pendukung setia ketika Tel Aviv diguncang isu kelaparan Gaza dan perang terus menerus di Palestina. Zionis tetap memberikan kontribusi besar kepada aliansinya yang memberikan jaminan diplomasi dan keamanan.

- Advertisement -

3 Negara Pendukung Setia Israel, Salah Satunya Mayoritas Berpenduduk Islam

1. Amerika Serikat 

Beberapa menit setelah David Ben-Gurion, yang kelak menjadi perdana menteri pertama Israel, mengumumkan berdirinya Negara Israel pada 14 Mei 1948, Presiden AS Harry Truman secara resmi mengakui negara baru tersebut.

- Advertisement -

Tiga hari kemudian, Uni Soviet juga mengakuinya, dan setahun kemudian, Israel menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Setelah Perang Dunia II, Truman awalnya ragu untuk mengirimkan senjata ke Israel, karena khawatir hal itu dapat memicu perlombaan senjata di Timur Tengah dan mendorong negara-negara Arab untuk mencari senjata Soviet.

Namun, ketika Uni Soviet mendukung gerakan nasionalis yang mendapatkan momentum di negara-negara Arab dari tahun 1950-an hingga 1970-an, Israel dan AS mengembangkan tujuan bersama: melawan pengaruh Soviet dan membendung penyebaran komunisme.

Pengiriman senjata AS sangat penting ketika konflik pecah antara Israel dan negara-negara tetangganya.

Misalnya, selama Perang Yom Kippur 1973, ketika Suriah dan Mesir menyerang Israel, Amerika Serikat mengirimkan sejumlah besar perlengkapan militer, senjata, tank, dan jet ke Israel karena negara tersebut menderita banyak korban dan kehilangan peralatan.

Amerika Serikat dan Israel juga memiliki perselisihan mereka sendiri — misalnya, mengenai negosiasi perdamaian dengan Otoritas Palestina, serta mengenai perluasan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang dianggap PBB sebagai pelanggaran hukum internasional.

Sebagian besar pemerintahan AS telah mengecam kebijakan permukiman Israel dan berusaha menjadi penengah solusi dua negara.

- Advertisement -

2. India 

India, negara yang semakin berpengaruh di panggung global, juga menawarkan dukungan untuk Israel. Tak lama setelah serangan itu, Perdana Menteri India Narendra Modi mengunggah postingan di akun X: “sangat terkejut dengan berita serangan teroris di Israel. 

Doa dan pikiran kami bersama para korban tak berdosa dan keluarga mereka. Kami berdiri dalam solidaritas dengan Israel di masa sulit ini.” India tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel hingga tahun 1992, sehingga tanggapan Modi menyoroti membaiknya hubungan antara Israel dan negara terpadat di dunia tersebut.

3. Azerbaijan 

Presiden AS Donald Trump dilaporkan sedang membahas kemungkinan memasukkan Azerbaijan dan beberapa negara Asia Tengah ke dalam Perjanjian Abraham, meskipun Azerbaijan sudah memiliki hubungan positif dengan Israel.

Perjanjian Abraham adalah serangkaian perjanjian yang menormalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan beberapa negara Arab, dimulai dengan UEA dan Bahrain pada tahun 2020, setelah mediasi AS. Sejak itu, Sudan dan Maroko juga telah sepakat untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Namun, tiga sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Trump menganggap kesepakatan damai antara Azerbaijan dan Armenia sebagai “prasyarat” untuk bergabung dalam perjanjian tersebut. Kedua negara seolah-olah menyetujui persyaratan perjanjian damai pada 13 Maret — namun, segera setelah itu, Azerbaijan mengeluarkan prasyaratnya sendiri untuk penandatanganan, yang menghambat kemajuan lebih lanjut.

Berbicara tentang minyak Azerbaijan, sejak awal 1990-an, Azerbaijan telah menjadi pemain kunci dalam menstabilkan ketahanan energi Israel. Minyak yang dipasok Azerbaijan ke Israel telah menjadi elemen utama ketahanan energi Israel. Azerbaijan adalah satu-satunya negara Muslim yang mempertahankan hubungan hangat dengan Israel dan tetap menjalankan bisnis seperti biasa bahkan selama Intifada Kedua.

Israel bukan satu-satunya penerima manfaat dari kemitraan ini; Azerbaijan juga merupakan pelanggan tetap produk-produk Israel. Pada akhir 2000-an, Azerbaijan menjadi importir senjata terbesar Israel dan dalam dekade terakhir, hampir 70% impor militer Azerbaijan berasal dari Israel.

Pada bulan September tahun lalu, kedua negara menandatangani kesepakatan senjata lainnya, yang memastikan peningkatan bisnis bagi perusahaan-perusahaan teknologi tinggi Israel dan meningkatkan perekonomian Israel.

Azerbaijan juga telah terbukti sangat berharga bagi Israel di bidang lain: bertindak sebagai mediator antara Yerusalem dan Ankara.

Bangsa Turki dan Azerbaijan memandang diri mereka sebagai satu bangsa yang hidup di dua negara (bahasa Azerbaijan adalah dialek Turki), dan Turki adalah sekutu terbesar Azerbaijan, sebagaimana Amerika Serikat adalah sekutu terbesar Israel. Hubungan dekat Azerbaijan dengan Israel dan Turki menjadikannya perantara yang sempurna bagi kedua negara ini.

(FHD/Snd)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini