spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
spot_img

Israel Incar F-47 AS karena Arab Saudi Inginkan Jet Tempur Siluman F-35

KNews.id – Tel Aviv, Israel sedang memantau ketat perkembangan proyek jet tempur F-47 generasi keenam Amerika Serikat (AS). Rezim Zionis bermaksud untuk memilikinya karena negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, semakin berminat untuk mengakuisisi jet tempur siluman F-35 Lightning II.

Trump Israel merasa “Keunggulan Militer Kualitatif (QME)”-nya terancam jika negara-negara lain di Timur Tengah memiliki pesawat tempur buatan Lockheed Martin tersebut. Mengutip laporan Jerusalem Post, Selasa (29/7/2025), Angkatan Udara dan para pejabat keamanan Zionis Israel sedang memantau secara ketat minat negara-negara di kawasan tersebut, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Turki, untuk mengakuisisi pesawat F-35 dari AS.

- Advertisement -

Laporan tersebut juga mencatat dengan prihatin bahwa Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, dan Maroko semuanya juga telah mengincar F-35.

AS dan Israel memiliki perjanjian jangka panjang yang menyatakan bahwa peralatan militer AS yang dipasok ke Israel harus “unggul dalam kemampuan” dibandingkan dengan yang dijual ke negara-negara tetangga Israel.

- Advertisement -

Ini berarti bahwa penjualan senjata AS di Timur Tengah tidak boleh membahayakan “QME” Israel. Saat ini, hanya Israel yang mengoperasikan F-35 generasi kelima di kawasan tersebut, yang memastikan dominasi militer penuhnya. Israel awalnya memesan 50 unit F-35 Lightning II dari Lockheed Martin, diikuti dengan pesanan tambahan sebanyak 25 unit pada tahun 2023.

Israel mengoperasikan versi modifikasi F-35, yang disebut F-35I “Adir”, yang telah disesuaikan untuk memenuhi persyaratan operasional spesifik Israel. Sekadar diketahui, Israel adalah negara pertama yang menggunakan pesawat tersebut dalam pertempuran, termasuk perang terbaru melawan Iran pada Juni lalu.

Laporan Jerusalem Post menyatakan bahwa penggabungan sistem radar buatan Israel memberi militer Zionis keunggulan kompetitif dalam program F-35, yang memiliki beberapa sistem radar.

Dengan fitur-fitur yang tidak terdapat pada pesawat lain, teknologi ini meningkatkan kemampuan mematikan dan pengumpulan intelijen. “Jika negara-negara Arab memperoleh F-35, AS dapat membatasi kemampuannya,” tulis Jerusalem Post dalam laporannya, merujuk pada perundingan yang sedang berlangsung antara negara-negara Arab dan pejabat AS.

Laporan tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan optimismenya untuk mendapatkan F-35, beberapa tahun setelah Turki dikeluarkan dari program F-35 karena nekat membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

Laporan media Israel sebelumnya mengisyaratkan bahwa rezim Zionis sedang melobi pemerintahan Trump untuk memblokir upaya Erdogan tersebut. Secara terpisah, Reuters sebelumnya melaporkan bahwa AS dan Arab Saudi membahas potensi pembelian F-35 Lightning II oleh Riyadh.

- Advertisement -

UEA, Qatar, dan Arab Saudi baru-baru ini menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan AS, yang tampaknya merupakan upaya untuk mengesankan pemerintahan Trump dan mendapatkan F-35 sebagai imbalannya.

UEA dan Kerajaan Arab Saudi telah melakukan berbagai upaya untuk memperoleh pesawat tersebut sejak 2017. Sedangkan Qatar mengajukan permintaan resmi untuk pesawat tersebut pada tahun 2020.

Para pejabat keamanan Israel mengatakan kepada sebuah publikasi lokal, Walla, bahwa meskipun perundingan masih berlangsung, penjualan apa pun akan memerlukan persetujuan pemerintah AS.

Sekalipun pemerintah AS menyetujui prosesnya, pembeli tetap harus mengajukan permintaan resmi untuk persetujuan Kongres. Laporan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa jika pemerintah AS menyetujui penjualan tersebut dan diizinkan oleh Kongres, Israel harus “mempertimbangkan kembali strateginya.” Laporan itu tidak mengungkapkan opsi yang akan dipertimbangkan pemerintah Israel untuk mempertahankan keunggulan militernya.

Namun, disebutkan bahwa Kementerian Pertahanan Israel sedang memantau secara ketat proyek jet tempur F-47, sebuah pesawat generasi keenam.

Akankah Israel Mendapatkan Jet Lebih Canggih dari AS? 

Jika sejarah dapat dijadikan acuan, Amerika Serikat jarang mengambil keputusan yang bertentangan dengan kepentingan Israel, yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Turki, Arab Saudi, dan UEA sejauh ini ditolak untuk mendapatkan F-35 meskipun telah berupaya sebaik mungkin.

Pengaruh Israel terhadap politik dan kebijakan luar negeri AS baru-baru ini ditunjukkan ketika pemerintahan Trump memasuki perang melawan Iran dan mengebom fasilitas nuklirnya, meskipun ada penentangan terhadap langkah tersebut di kubu Republiknya.

Jika Trump memutuskan untuk menyetujui penjualan F-35 kepada sekutu regional lainnya di Timur Tengah, dia harus menurunkan kualitas pesawat secara drastis untuk memastikan keunggulan militer Israel tetap dipertahankan.

Namun, penurunan kualitas tersebut kemungkinan akan membuat pesawat tersebut tidak menarik bagi calon pembeli, terutama karena F-35 adalah pesawat yang sangat mahal, dan biaya siklus hidupnya sangat tinggi.

Hal terbaik berikutnya yang dapat dilakukan AS adalah meningkatkan kekuatan udara Israel dengan pesawat yang lebih canggih daripada F-35. Saat memberikan kontrak pengembangan F-47 kepada Boeing pada Maret 2025, Trump menyatakan, “Kami ingin mengurangi kualitasnya sekitar 10 persen, yang mungkin masuk akal karena suatu hari nanti mungkin mereka bukan sekutu kami, bukan?”.

Pernyataan Trump itu sebagai isyarat bahwa dia terbuka untuk mengekspor pesawat generasi keenam tersebut.

AS sejauh ini belum secara eksplisit menyatakan akan mempersenjatai Israel dengan F-47. Namun, Israel menyadari bahwa dengan jangkauan 1.800 kilometer dan kecepatan di atas Mach dua, F-47 akan mengungguli F-35. Lebih lanjut, F-47 akan memiliki jangkauan persenjataan yang lebih luas, kecerdasan buatan, dan teknologi siluman generasi mendatang.

F-47 juga akan memiliki fitur “stealth++”—sebuah kemajuan dari “stealth+” pada jet tempur F-22 Raptor dan “stealth” pada F-35. F-47 akan beroperasi antara tahun 2025 dan 2029, yang berarti AS pada akhirnya dapat mempertimbangkan untuk mempersenjatai negara-negara Teluk yang kaya dengan F-35, yang pengirimannya diperkirakan akan dimulai pada tahun 2030, sekaligus mempersenjatai Israel dengan F-47 yang “direduksi”.

Selain itu, AS juga dapat menjajaki kemungkinan untuk mempersenjatai Israel dengan varian F-35 Generasi Kelima Plus, yang sedang dipromosikan oleh Lockheed Martin sebagai solusi penghubung untuk F-47. CEO Lockheed Martin, Jim Taiclet, telah menyatakan bahwa perusahaan sedang berupaya mengintegrasikan teknologi generasi keenam yang dikembangkan untuk program Next Generation Air Dominance (NGAD) ke dalam F-35. F-35 generasi kelima plus ini dikenal sebagai varian “Ferrari”.

“Pada dasarnya, kami akan mengambil sasis [F-35] dan mengubahnya menjadi Ferrari,” tegas Taiclet sebelumnya. “Ini seperti upgrade NASCAR, bisa dibilang, di mana kami akan mengambil F-35 [dan] menerapkan beberapa teknologi yang didanai bersama baik dari NGAD maupun program F-35.

Nantinya, akan ada 3.500 sasis [F-35] tersebut di berbagai tahap teknologi dan kemampuan [di seluruh dunia]. Kami yakin kami dapat mencapai sebagian besar generasi keenam dengan biaya setengahnya,” paparnya. CEO tersebut mengatakan bahwa tujuan perusahaan adalah memodifikasi F-35 agar dapat memberikan 80% efektivitas pesawat tempur generasi keenam dengan biaya 50% per unit.

Angka 80% tersebut, menurutnya, juga mencakup tingkat “stealth”, serta aspek-aspek lainnya. Dia mengatakan pesawat tempur tersebut akan membutuhkan teknologi seperti sensor inframerah pasif yang di-upgrade, yang memungkinkan jet tersebut mengidentifikasi musuh yang lebih jauh tanpa mengungkapkan lokasinya.

Integrasi F-35 ke dalam Angkatan Udara Israel (IAF) telah berjalan mulus, dan interoperabilitas dengan F-35I Adir akan memberikan keuntungan yang signifikan. Lebih penting lagi, Taiclet menegaskan bahwa F-35 generasi kelima atau lebih dapat dioperasikan dalam tiga tahun ke depan.

Jika Israel memutuskan untuk membeli pesawat ini, Israel akan memiliki varian F-35 yang jauh lebih canggih dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada F-47 generasi keenam, dan dalam jangka waktu yang sangat singkat.

(FHD/Snd)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini