KNews.id – Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan AS dan Iran hampir sepakat terkait perjanjian nuklir. Pernyataan Trump itu menawarkan keyakinan bahwa kesepakatan nuklir AS-Iran semakin terlihat jelas.
Meski begitu, Teheran tetap menegaskan adanya batasan terkait kesepakatan nuklir. Trump mengungkapkan hal itu saat melakukan kunjungan bisnis ke Doha, Qatar, Kamis (15/5/2025).
Ia mengatakan pembicaraan antara Utusan AS Steve Witkoff dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebagai negosiasi yang sangat serius untuk perdamaian jangka panjang. Ia juga menambahkan pembicaraan itu akan berlanjut dan menunjukkan perkembangan.
Meski begitu, Trump menggarisbawahi bahwa aksi militer terhadap fasilitas militer Iran masih amat mungkin jika pembicaraan mengalami jalan buntu.
“Iran hampir sepakat dengan terkait syarat-syaratnya. Mereka tidak akan membuat, saya menyebutnya dengan cara yang bersahabat, debu nuklir,” kata Trump.
“Kami tak akan membuat debu nuklir di Iran,” ujar dia.
Tanpa memberikan detailnya, Trump mensinyalkan bahwa semua berjalan semakin selaras dengan persyaratan yang ia cari.
Trump mengatakan bahwa permintaannya sangatlah jelas.
“Mereka tak bisa memiliki senjata nuklir. Itu saja. Sangat mudah,” katanya.
“Ini tidak seperti saya akan memberikan Anda 30 halaman untuk detail. Hanya satu kalimat, Anda tak boleh memiliki senjata nuklir,” ucapnya.
Namun, hanya sejam setelah Trump mengatakan kesepakatan AS-Iran nyaris tercapai, Araghchi mengatakan kemampuan Teheran dalam pengayaan uranium tetap menjadi hak inti dari Rakyat Iran dan batasan untuk pembicaraan nuklir.
“Kami berulang kali menegaskan bahwa melindungi hak nuklir Iran, termasuk pengayaan, merupakan prinsip fundamental,” katanya.
“Ini bukan sesuatu yang bisa kami akui, baik dalam wacana publik maupun dalam negosiasi. Ini adalah hal yang dimiliki rakyat Iran, dan tidak ada yang bisa merampasnya,” kata Araghchi.





