spot_img

Jangan Terilusi Kepemimpinan Tokoh Militer

Oleh: Asep Nurdin, Pengurus Pusat Persaudaraan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND)

KNews.id – Jakarta, Dalam dinamika politik nasional hari ini, muncul kembali ilusi lama: bahwa penyelamat bangsa selalu datang dari kalangan militer. Narasi ini terus diproduksi untuk membangun citra “manusia kuat” yang dianggap mampu menyelesaikan krisis. Namun, sejarah mengajarkan kepada kita bahwa di balik retorika stabilitas, tersimpan bahaya otoritarianisme dan pengkhianatan terhadap demokrasi.

- Advertisement -

Kita perlu mengingat sejarah Republik Rakyat Tiongkok di masa awal revolusinya. Kala itu, rakyat Tiongkok bersatu menumbangkan feodalisme dan penjajahan asing, namun persatuan nasional itu dikhianati oleh Jenderal Chiang Kai-shek dari Partai Koumintang. Alih-alih memperjuangkan kepentingan rakyat, Chiang justru menindas kaum buruh dan tani serta membungkam kekuatan progresif dengan kekerasan militer. Kepemimpinannya menjadi simbol pengkhianatan terhadap cita-cita pembebasan rakyat.

Sejarah Indonesia pun menyimpan pelajaran pahit serupa. Soe Hok Gie, seorang ikon gerakan mahasiswa 1966, pernah menyesali dukungannya terhadap penggulingan Presiden Soekarno yang berujung pada naiknya kekuasaan militer di bawah Soeharto. Pemerintahan militeristik Orde Baru tidak membawa demokrasi, tetapi justru melahirkan represi, pembungkaman, dan ketakutan yang menyelimuti kehidupan politik nasional.

- Advertisement -

Gerakan mahasiswa 1998 adalah tonggak penting dalam perjuangan melawan hegemoni militer. Mahasiswa turun ke jalan bukan hanya untuk menumbangkan Soeharto, tetapi juga untuk mengakhiri dominasi militer dalam kehidupan sipil. Mereka menuntut demokrasi, keterbukaan, dan supremasi sipil atas militer. Maka, ketika hari ini kembali digaungkan sosok-sosok militer sebagai figur penyelamat bangsa, kita harus waspada.

Kita tidak boleh lupa: militer bukan alat politik. Demokrasi tidak tumbuh dari laras senapan, tetapi dari partisipasi rakyat sipil yang sadar dan terorganisir.

Persaudaraan LMND menegaskan: masa depan Indonesia ada di tangan rakyat yang sadar sejarah, bukan pada tokoh-tokoh militer yang menjanjikan stabilitas semu. Jangan ulangi kesalahan sejarah. Jangan terilusi.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Demokrasi untuk Keadilan Sosial!

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini