spot_img

Infeksi Jamur Pada Mulut dan Lidah, Penting Dalam Diagnosis dan Penanganan Dini

KNews.id – Jakarta Lidah berjamur, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai kandidiasis oral atau oral thrush, merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Infeksi jamur pada mulut ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Meski seringkali tidak berbahaya, namun kondisi ini tetap memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat. Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai ciri lidah berjamur, penyebabnya, serta cara mengatasinya.

Pengertian Lidah Berjamur

Lidah berjamur adalah kondisi di mana terjadi pertumbuhan berlebih dari jamur Candida albicans di dalam rongga mulut, terutama pada permukaan lidah. Jamur Candida sebenarnya merupakan mikroorganisme yang secara alami hidup di dalam tubuh manusia, termasuk di mulut. Namun, ketika jumlahnya melebihi batas normal, jamur ini dapat menyebabkan infeksi.

- Advertisement -

Infeksi jamur pada lidah dan rongga mulut ini ditandai dengan munculnya lapisan atau bercak putih yang menyerupai keju cottage. Bercak tersebut dapat muncul tidak hanya di lidah, tetapi juga di bagian dalam pipi, langit-langit mulut, gusi, dan tenggorokan. Kondisi ini umumnya tidak menular pada orang dewasa sehat, namun dapat menular pada bayi dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Meskipun lidah berjamur sering dianggap sebagai masalah ringan, namun jika dibiarkan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan dan minum. Pada kasus yang lebih serius, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

- Advertisement -

Penyebab Lidah Berjamur

Lidah berjamur terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan dalam ekosistem mikroba di dalam mulut. Beberapa faktor yang dapat memicu pertumbuhan berlebih jamur Candida dan menyebabkan lidah berjamur antara lain:

  • Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang: Antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam mulut, memberi kesempatan bagi jamur untuk berkembang biak.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Kondisi seperti HIV/AIDS, kanker, atau pengobatan yang menekan sistem imun dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.
  • Diabetes yang tidak terkontrol: Kadar gula darah yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan jamur.
  • Penggunaan inhaler steroid: Terutama jika tidak membersihkan mulut setelah penggunaan.
  • Xerostomia atau mulut kering: Kondisi ini mengurangi produksi air liur yang berfungsi membersihkan mulut secara alami.
  • Merokok: Kebiasaan ini dapat mengubah lingkungan di dalam mulut dan mendukung pertumbuhan jamur.
  • Penggunaan gigi palsu: Terutama jika tidak dibersihkan dengan baik atau tidak pas.
  • Kekurangan nutrisi: Terutama defisiensi zat besi, vitamin B12, atau asam folat.

Pada bayi, lidah berjamur dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna. Bayi juga dapat terinfeksi saat melewati jalan lahir ibu yang mengalami infeksi jamur vagina. Selain itu, penggunaan botol susu atau dot yang tidak steril juga dapat menjadi penyebab.

Penting untuk diingat bahwa meskipun faktor-faktor di atas dapat meningkatkan risiko, tidak semua orang yang memiliki faktor risiko tersebut akan mengalami lidah berjamur. Sebaliknya, seseorang tanpa faktor risiko yang jelas pun dapat mengalami kondisi ini.

Gejala dan Ciri Lidah Berjamur

Mengenali gejala dan ciri lidah berjamur merupakan langkah penting dalam diagnosis dan penanganan dini. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang umumnya muncul pada kasus lidah berjamur:

  • Bercak putih: Tanda paling khas dari lidah berjamur adalah munculnya bercak atau lapisan putih kekuningan pada permukaan lidah, pipi bagian dalam, gusi, tenggorokan, atau langit-langit mulut. Bercak ini seringkali menyerupai gumpalan susu atau keju cottage.
  • Tekstur kasar: Jika bercak putih tersebut dikerok atau dihapus, akan meninggalkan area merah yang mungkin berdarah sedikit.
  • Rasa tidak nyaman: Penderita mungkin merasakan sensasi terbakar atau nyeri di mulut, terutama saat makan atau minum.
  • Kesulitan menelan: Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebar ke tenggorokan, menyebabkan rasa sakit dan kesulitan saat menelan.
  • Kehilangan rasa: Beberapa orang mungkin mengalami perubahan dalam kemampuan mengecap rasa makanan.
  • Mulut kering: Sensasi mulut kering atau seperti ada kapas di dalam mulut sering dirasakan.
  • Retak di sudut mulut: Kadang-kadang, sudut mulut dapat menjadi merah, pecah-pecah, atau berdarah.
  • Bau mulut: Infeksi jamur dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

Pada bayi dan anak kecil, gejala tambahan mungkin termasuk:

- Advertisement -
  • Rewel dan mudah menangis, terutama saat menyusu atau makan
  • Kesulitan menyusu atau menolak makan
  • Ruam popok yang parah, karena infeksi jamur dapat menyebar ke area popok

Penting untuk dicatat bahwa gejala-gejala ini dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Beberapa orang mungkin mengalami gejala yang ringan dan hampir tidak terasa, sementara yang lain mungkin mengalami gejala yang lebih parah dan mengganggu. Selain itu, gejala-gejala ini juga dapat mirip dengan kondisi mulut lainnya, sehingga diagnosis oleh profesional kesehatan sangat penting untuk memastikan penyebab yang tepat.

(FHD/Lpt6)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini