spot_img

96 Tahun Sumpah Pemuda: The Idea Of Indonesia

Oleh: Sri Langit Nawaksara, S.H

KNews.id – “Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya berternak diri”. Ungkapan Ir. Soekarno tersebut kiranya cocok menjadi nasihat bagi kita bahwasanya anak bangsa Indonesia, pemuda Indonesia. Pasalnya sejarah perjuangan bangsa Indonesia memang tidak bisa dilepas dari peran besar dan keberanian pemuda atau kaum muda.

- Advertisement -

Kalau kita berbicara sejarah Indonesia sampai kemerdekaan, kita akan melihat bagaimana tonggak-tonggak sejarah itu dipelopori oleh kaum muda. Maka kehadiran kaum muda itu menjadi penting di dalam perjalanan bangsa ini. Pada saat itu, Para pemuda sadar bahwa perlu adanya kesadaran kolektif serta identitas kolektif dalam bersatu melawan penjajah.

Oleh sebab itu, para pejuang muda pada masa itu rela untuk menanggalkan latar belakang atau kepentingan sektoral yang melekat pada dirinya untuk bersatu melawan penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan dengan mendeklarasikan diri menjadi Jong Indonesia.

- Advertisement -

Sumpah pemuda merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia ikrar tersebut menjadi salah satu tonggak tatanan bangkitnya semangat para pemuda Indonesia untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Sumpah Pemuda adalah sebuah produk yang muncul dari pelaksana kongres pemuda II selama dua hari pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta (Batavia).

Jika kita melihat lebih dalam tentang sejarah Sumpah Pemuda, kita dapat melihat bahwa pemuda lah yang berjuang dengan jiwa dan raganya demi persatuan dan kemerdekaan. Pemuda lah yang menjadi pemantik dan pelopor perubahan dan nasib bangsa.

Melalui Budi Oetomo 1908 yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), deklarasi bersatunya Sumpah Pemuda 1928, Kemerdekaan Indonesia 1945, runtuhnya Order Lama 1966, runtuhnya Order Baru 1998, dan sampai hari ini pemuda terus mengawal dan hadir di tengah masyarakat menghasilkan segala bentuk penindasan kepada rakyat.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda II berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yaitu sebuah organisasi kepemudaan yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia dari rangkaian rapat terakhir dan sekaligus sebagai penutup kongres pemuda kedua para peserta berkumpul di gedung Indonesiche Clubgebouw yang bertepat di jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.

Pada kongres tersebut dihadiri dari berbagai organisasi kepemudaan seperti jong java, jong ambon, jong celemek, jong batak, jong sumatranen bond, jong Islamieten bond, sekar rukun, pemuda Betawi, dan sebagainya.

Rumusan ikrar sumpah pemuda tersebut dipromotori oleh 13 tokoh penting yaitu, Soenario, Johannes Leimena, Soegondo Djojopoespito, Djoko Marsaid, Muhammad Yamin, Amir Sjarifudin, W.R Supratman, Sarmidi Mangunsarkoro, Karto Soewiryo, Kasman Singodimedjo, Moh. Rom, Adnan Kapau Gani dan Sie Kong Liong.

- Advertisement -

Semangat perjuangan para pemuda Indonesia saat itu patut dijadikan teladan generasi masa kini. Untuk pemuda hari ini jangan menggagap bahwa momen sumpah pemuda hanya sebagai prosesi seremoni belaka, apalagi jika ada pemuda yang tidak mampu, bahkan tidak mau memahami apa makna yang ada dibalik peristiwa sumpah pemuda yang bergaung ketika kongres pemuda saat itu. Padahal, pada masa itulah titik awal dimana bangsa Indonesia dideklarasikan dengan prosesi yang penuh pengorbanan darah, jiwa dan raga, sehingga kita dapat menikmatinya kini.

“Ayubbanul Yaum Rijalul Ghad”, pepatah Arab yang populer di Indonesia tersebut memiliki arti yang gitu mendalam pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Pepatah tersebut menggambarkan betapa pentingnya peran dan kontribusi kaum muda dalam memimpin masa depan. Dalam artian, perkembangan dan kualitas kaum muda hari ini akan menentukan dan berdampak signifikan terhadap arahan dan kemajuan masyarakat di masa yang akan datang.

Para pemuda harus kembali menjadi golong pelopor perubahan seperti mandat sejarah pendahulu atau sebagai the leader of tomorrow yang senantiasa terus menyuarakan suara persatuan ke seantero negeri di tengah keniscayaan perbedaan, sebagaimana makna Bhineka Tunggal Ika dimana pun sehingga pemuda Indonesia ke depan dapat menjadi Generasi Emas (Golden Stock), agent of change dan kekuatan moral intelektual, bersama untuk Indonesia Raya.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini