KNews.id – Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref dilaporkan menjanjikan bahwa pembunuhan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah akan membawa “kehancuran” Israel. Hassan Nasrallah, yang memimpin kelompok tersebut selama lebih dari tiga dekade, dibunuh oleh Israel dalam serangkaian serangan di Beirut sejak pekan lalu.
Hassan Nasrallah memimpin Hizbullah melakukan serangan lintas batas ke Israel sejak 8 Oktober 2023 lalu, sehari setelah operasi Topan al-Aqsa dilakukan para pejuang Palestina. Mereka menembakkan rudal secara sporadis ke wilayah utara untuk menekan Israel agar menghentikan serangan genosidalnya di Jalur Gaza.
“Yang mulia, ahli perlawanan, hamba yang shaleh, telah meninggal dunia untuk bersama junjungannya yang ridha kepadanya sebagai seorang syahid yang agung. Kepemimpinan Hizbullah berjanji untuk melanjutkan jihadnya dalam menghadapi musuh [Israel], mendukung Gaza dan Palestina, dan membela Lebanon serta rakyatnya yang teguh dan terhormat.”
Pernyataan itu tidak menyebutkan siapa yang akan menggantikan Nasrallah, atau bagaimana kelompok tersebut akan menanggapi pembunuhan pemimpin lama mereka. Hizbullah menambahkan bahwa mereka akan melanjutkan pertempurannya melawan Israel “untuk mendukung Gaza dan Palestina, dan untuk membela Lebanon serta rakyatnya yang teguh dan terhormat”.
Terkait hal itu, kelompok Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berduka atas kematian pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah. Warga Lebanon dan Palestina memegang potret pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, dalam unjuk rasa di kota pelabuhan selatan Sidon, Lebanon, Sabtu.
Hamas juga menegaskan kembali solidaritas mutlak bersama pejuang Hizbullah dan perlawanan Islam di Lebanon, “yang mengambil bagian dalam pertempuran untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa, bersama rakyat dan perlawanan kami.”
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Reuters bahwa pembunuhan Hassan Nasrallah tidak akan mematahkan semangat perlawanan. “Dan kami yakin pendudukan akan kalah dalam pertempuran.”
Gerakan Houthi di Yaman yang juga menekan Israel melalui serangan ke kapal-kapal di Laut Merah ikut berduka atas terbunuhnya Hassan Nasrallah. “Perlawanan tidak akan bisa dipatahkan, dan semangat jihad dari saudara-saudara mujahidin di Lebanon dan semua lini pendukungnya akan tumbuh semakin kuat,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
Prancis juga mengonfirmasi bahwa mereka yakin Nasrallah telah terbunuh. “Menurut informasi yang kami miliki, Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, memang sudah meninggal,” kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan.
Pembunuhan tersebut menandai peningkatan besar dalam krisis di Timur Tengah dan mengancam akan mengubah jalannya peristiwa di wilayah di mana Nasrallah merupakan aktor penting.
Khamenei, yang menurut laporan Reuters telah dipindahkan ke lokasi aman di Iran, tidak menyebut Nasrallah dalam komentarnya. Dia menambahkan: “Nasib kawasan ini akan ditentukan oleh kekuatan perlawanan, dengan Hizbullah di garis depan.” “Penjahat Israel harus tahu bahwa mereka terlalu kecil untuk menyebabkan kerusakan signifikan pada benteng Hizbullah di Lebanon”, katanya. “Semua kekuatan perlawanan di kawasan mendukung dan berdiri di samping Hizbullah.”
Militer Israel mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah melenyapkan Nasrallah dalam serangan terhadap markas komando pusat kelompok tersebut di pinggiran selatan Beirut sehari sebelumnya. Hizbullah membenarkan bahwa dia telah dibunuh, tanpa mengatakan bagaimana caranya.
Serangan udara pada hari Jumat – serangkaian ledakan dahsyat yang meninggalkan kawah sedalam setidaknya 20 meter – mengguncang Beirut. Israel melancarkan serangan udara lebih lanjut di wilayah tersebut dan lebih luas lagi di Lebanon pada hari Sabtu.
Militer Israel mengatakan sebelumnya bahwa Nasrallah tersingkir dalam “serangan yang ditargetkan” terhadap markas bawah tanah kelompok itu di bawah sebuah bangunan tempat tinggal di Dahiyeh – pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah.
Dikatakan dia dibunuh bersama dengan pemimpin penting Hizbullah lainnya, Ali Karaki, dan komandan lainnya. “Serangan itu dilakukan ketika rantai komando senior Hizbullah beroperasi dari markas besarnya dan melancarkan aktivitas teroris terhadap warga Negara Israel,” bunyi pernyataan Israel.
Kematian Nasrallah sejauh ini merupakan pukulan paling signifikan dalam dua minggu serangan Israel ke Hizbullah. Salvo itu dimulai dengan serangan mematikan terhadap ribuan perangkat komunikasi nirkabel yang digunakan oleh anggotanya. Israel juga secara signifikan meningkatkan serangan udara di Lebanon, menewaskan beberapa komandan penting Hizbullah dan ratusan orang lainnya di seluruh wilayah negara tersebut.
Israel mengatakan pihaknya menyerang Hizbullah dengan tujuan memungkinkan puluhan ribu warga yang dievakuasi dari Israel utara untuk kembali ke rumah mereka. Di Lebanon, lebih dari 200.000 orang telah mengungsi, sekitar setengah dari jumlah tersebut sejak Senin.




