spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
spot_img

Alasan Presiden Jokowi Tak Lanjutkan Jembatan Selat Sunda, Sebut Ada Ketimpangan

KNews.id – Jembatan adalah struktur yang dibangun untuk menghubungkan dua tempat yang terpisah oleh rintangan alam seperti sungai, jurang, atau lembah. Fungsi utama jembatan adalah memungkinkan manusia, kendaraan, dan barang untuk melintasi rintangan tersebut dengan aman dan efisien.

Selain itu, jembatan juga sering menjadi ikon arsitektur yang menggabungkan keindahan dengan teknologi. Satu jembatan yang akan dibahas di sini adalah Jembatan Selat Sunda (JSS).

- Advertisement -

Jembatan Selat Sunda merupakan proyek ambisius untuk menghubungkan Jawa dan Sumatera, dengan panjang sekitar 27-30 KM melintasi Selat Sunda. Proyek ini mencakup berbagai jenis jembatan dan jalan di atas pulau-pulau terdekat.

Awalnya diprakarsai oleh Profesor Sedyatmo pada tahun 1960, namun baru terwujud pada 1989 dengan penyelesaian terowongan tanel. Pada tahun 1997, proyek ini ditugaskan kepada BJ Habibie untuk dilakukan riset teknologi jembatan di Eropa.

- Advertisement -

Baru baru ini terungkap kenapa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menolak tidak melanjutkan pembangunan infrastruktur Jembatan Selat Sunda.

Meskipun telah ada uji kelayakan dan kebutuhan transportasi yang besar, Presiden Joko Widodo menolak pembangunan jembatan ini karena potensi dampak sosial dan ekonominya yang signifikan.

Menurutnya pembangunan Jembatan Selat Sunda diperkirakan akan menimbulkan ketimpangan sosial dan ekonomi yang signifikan. Proyek infrastruktur besar ini cenderung mengakibatkan pertumbuhan pembangunan yang tidak merata, dengan fokus utama hanya di wilayah Jawa dan Sumatera.

Lebih jauh, penguasaan lahan oleh segelintir pihak akan mengakibatkan lonjakan harga tanah, yang pada gilirannya menciptakan ketidakstabilan dalam suplai dan permintaan. Fenomena ini bisa memperburuk kesenjangan yang sudah ada, menguntungkan hanya sebagian kecil populasi sementara masyarakat luas tetap terpinggirkan.

Keputusan ini sejalan dengan konsep kemaritiman dan keberlanjutan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia. Meskipun demikian, wacana pembangunan JSS terus diangkat kembali oleh berbagai pihak sebagai alternatif untuk mempermudah pasokan barang antara Jawa dan Sumatera.

Apakah JSS akan menjadi pusat sentralisasi di masa depan masih menjadi pertanyaan terbuka.

- Advertisement -

(Zs/AB)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini