KNews.id – Syaban diapit oleh dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadhan. Bulan ini menjadi waktu persiapan untuk memaksimalkan ibadah di bulan puasa.
Pada bulan Syaban terdapat malam istimewa. Malam tersebut salah satu waktu mustajabnya berdoa. Pada malam itu juga Allah SWT akan memberikan ampunan kepada makhluk-Nya, kecuali kepada orang yang menyekutukan-Nya dan yang bermusuhan.
Selain membaca Yasin, amalan lain yang dilakukan bertepatan Nisfu Syaban adalah puasa. Ustadz Abdul Somad mengatakan, hukum puasa Nisfu Syaban adalah sunnah.
“Puasa Nisfu Syaban ini bukan wajib tapi sunnah. Maka bagi yang sanggup, sehat, puasalah. Bagi yang tidak sanggup ya tidak apa-apa. Tapi kan kita sudah diberi Allah umur panjang, badan sehat, ya puasa. Belum tentu tahun depan kita masih hidup lagi. Mungkin hidup tapi sudah tidak sehat,” kata UAS dikutip dari Youtube SDN Sobang 1, Selasa (20/2/2024.
“Oleh sebab itu, anggaplah bulan ini Syaban terakhir bagimu. Hai Abdul Somad, ini bulan Syaban terakhir bagimu, maka beramallah engkau. Setelah ini kau akan mati. Maka kita akan semangat beramal,” imbuh UAS.
Jadwal Puasa Nisfu Syaban 2024
Merujuk kalender Hijriyah yang dikeluarkan Kemenag RI, malam Nisfu Syaban jatuh pada Jumat, 24 Februari 2024 petang. Oleh karenanya, puasa Nisfu Syaban dilaksanakan pada Sabtu, 25 Februari 2024 yang bertepatan tanggal 15 Syaban 1445 H.
Niat Puasa Nisfu Syaban
نَوَيْتُ الصَّوْمَ فِى النّصْفِ الشَّعْبَانَ سُنَّة اللَّهِ تَعَالَى
Nawaitush shauma fin nishfi min sya’bana sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah pada pertengahan bulan Syaban karena Allah SWT.”
Keutamaan Puasa di Bulan Syaban
Puasa Nisfu Syaban termasuk puasa yang dilakukan di bulan Syaban.
syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat. Syekh Nawawi Al-Bantani berkata,
وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: “Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat.” Wallahu a’lam. (Zs/Lptn.6)




