KNews.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI ikut aktif bersama pemerintah untuk mendorong transisi menuju ekonomi hijau. Hal ini merupakan langkah serius guna mencegah dan meminimalisir dampak perubahan iklim.
Keseriusan BNI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau turut dibahas dalam forum BNI Investor Daily Summit (IDS) 2023. Melalui sesi diskusi bertemakan Economic Growth through Green Investments, BNI memberikan pembuktian bagaimana lembaga keuangan bisa memberikan skema yang kompetitif agar bisa mendorong percepatan ekonomi hijau.
Direktur Risk Management BNI, David Pirzada memandang bahwa pengembangan ekonomi hijau di Tanah Air sangat prospektif ke depannya. Tidak hanya membuat ekonomi lebih berkelanjutan, tetapi juga positif dalam mendukung pengembangan ekonomi bisnis Indonesia.
“Jadi memang green financing ini sebetulnya potensinya masih banyak sekali dan BNI pun sebetulnya terus mencari cara untuk kita meningkatkan green financing kita,” kata David dalam forum BNI Investor Daily Summit 2023 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta.
David juga mengatakan, BNI telah menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) senilai maksimal Rp 5 triliun. Adapun portofolio hijau BNI disalurkan ke beberapa sektor antara lain, yakni sustainable transportation, green building, renewable energy, waste to energy and waste management, serta sustainable natural resources.
Upaya BNI ini, kata David, telah terbukti berkontribusi menurunkan emisi karbon di Indonesia. “Kalau kita hitung-hitung, itu penurunan emisi karbonnya untuk sektor-sektor yang kita biayai melalui green bonds, itu memang sangat- sangat besar sekali dan itu memang potensinya sangat besar sekali,” ujarnya.
Hal ini pun merupakan upaya serius BNI untuk mendukung pemerintah menuju zero emission pada 2060 mendatang.
David menambahkan, kontribusi BNI dalam mendukung ekonomi hijau tercermin dari penyaluran pembiayaan hijau yang mencapai Rp 60,6 triliun atau 10% dari total kredit yang disalurkan hingga September 2023.
Lebih jauh, BNI juga berusaha mendorong supaya pelaku-pelaku industri terus mengembangkan bisnisnya ke arah green atau yang ke arah ramah lingkungan.
“Kita akan berikan insentif melalui pembiayaan-pembiayaan ya, mungkin pricing yang lebih ringan atau syarat-syarat kredit yang lebih ringan dan itu ke depannya memang kita akan upayakan untuk green financing tersebut,” jelas David. (Zs/ID)






