spot_img

Ahok dan Gibran Takut 2024 Pasangan Anies – AHY. Meraih RI. 1 & RI. 2

” Ahok dan Gibran Takut 2024 Pasangan Anies – AHY. Meraih RI. 1 & RI. 2 “

Oleh : Damai Hari Lubis
Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

- Advertisement -

KNews.id – Buah karya Anies Baswedan, Jakarta Internasional Stadium/ JIS. yang fantastis, justru akan direnovasi oleh rezim. Info estimasi anggaran bongkar pasang JIS, ternyata tidak tanggung tanggung, estimasinya melebihi 4 triliun, anggaran yang digunakan Anies membangun hingga JIS. rampung.

Dan ” gencarnya serangan ” yang bertubi – tubi kepada Anies, oleh KPK yang menafikan hasil data audit BPK. Bahwa provinsi DKI. Jakarta dibawah kepemimpinan Anies Baswedan, faktanya meraih 5 tahun berturut-turut Opini WTP. ( Wajar Tanpa Pengecualian ). Artinya kredibiltas dan faktor leadership Anies, sungguh ber- integritas dan akuntabel.

- Advertisement -

Sehingga persepsi publik, KPK dibawah pimpinan Firli Bahuri, termasuk beberapa pejabat publik penyelenggara negara, diantaranya orang istana, serius ekstra mengada- ada, karena dalam praktiknya, terdapat banyak unsur perilaku diskriminatif hukum yang dilakukan terhadap Anies dibadingkan kebijakan terhadap Ahok. Ahok yang berdasarkan hasil audit BPK. justru merugikan uang negara saat menjabat Gubernur DKI. Namun nyatanya Ahok mendapat promosi jabatan Komut Pertamina, walau hasilnya pertamina rugi, justru Ahok kembali dipromosikan sebagai Direktur Utama Pertamina. Dan Ahok pernah bakal kandidad Kepala Daerah Otorita IKN. Sungguh Ahok anak ajaib.

Sehingga gejala – gejala fenomena penegakan hukum yang ada ditanah air menjelang pilpres 2024. Nampak dinamika politik dan penegakan hukum, semakin apriori serta ” sungsang “.

Sehingga perpektif publik, oleh sebab data empiris Anies sosok karakter yang ” bersih ” lalu, Anies dan AHY yang bakal menjadi bakal pasangan Capres – Cawapres yang punya misi dengan agenda pembaruan terhadap berbagai sistim kontemporer, dalam makna, ” Anies emoh melanjutkan banyak sistim dan diskresi politik rezim Jokowi, yang lemah atau kurang sehat “, dan banyak yang irrelevan.

Sehingga publik menyimpulkan, kemungkinan mereka yang memiliki rasa khawatir atas terpihnya Anies, lalu koor menolak Anies, sesuai pemberitaan yang terdapat di berbagai media sosial, adalah para oknum yang ada keterlibatan dalam hal penyelewengan keuangan milik negara ( terpapar korupsi ) dan perilaku buruk lainnya atau yang ” melanggar kelaziman”.

Terlebih Anies secara tegas dalam orasinya pada sebuah kesempatan, menyatakan ; Pejabat yang saat masa bertugas memiliki permasalahan hukum, maka tidak boleh ” lenggang kangkung ” dari pertanggung jawaban hukum “.

Maka bisa jadi, personal yang banyak diperbincangkan publik, adalah para subjek pejabat negara yang ” terpapar atau ada keterlibatan sebuah peristiwa pelanggaran hukum dan moral hazard ? mulai dari sosok RI.1. Yang arsip kebohongannya ” sampai selemari lebih “, selanjutnya ditengarai mereka adalah para tokoh publik, yang sudah ” kerap disebut sebagai para tokoh bermasalah “, diantaranya Ahok, Tito, Airlangga, Muhaimin, Zulhas, Soeharso Monoarfa, LBP. Dan Prabowo, Gibran serta Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo, S.H. alias Dito Ariotedjo, politisi yang menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga dari Partai Golongan Karya, serta bisa jadi ” turut singgah ke – Moeldoko “. (Zs/DHL)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini