spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
spot_img

8 Negara Muslim Tolak Rencana Israel ‘Usir’ Warga Gaza via Rafah

KNews.id – Gaza, Menteri luar negeri (menlu) dari delapan negara Muslim, termasuk Indonesia, mengkritik rencana Israel membuka gerbang perbatasan Rafah secara satu arah, yakni hanya untuk warga Palestina yang hendak meninggalkan Jalur Gaza. Gerbang perbatasan Rafah terletak di perbatasan Mesir dan Gaza.

Menlu dari delapan negara Muslim, yakni Indonesia, Qatar, Mesir, Yordania, Turki, Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), telah menyuarakan keprihatinan atas skema yang hendak diterapkan Israel di perbatasan Rafah. Mereka menolak segala bentuk upaya pengusiran rakyat Palestina dari tanah airnya. Kedelapan menlu tersebut mendorong Israel mematuhi rencana perdamaian Gaza seperti yang dicanangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

- Advertisement -

“Termasuk ketentuan-ketentuannya untuk tetap membuka perlintasan Rafah di kedua arah, menjamin kebebasan bergerak bagi penduduk, dan menahan diri dari memaksa penduduk Jalur Gaza untuk pergi, alih-alih menciptakan kondisi yang tepat bagi mereka untuk tetap tinggal di tanah mereka dan berpartisipasi dalam membangun tanah air mereka,” ucap kedelapan menlu tersebut dalam pernyataan bersama, seperti dirilis Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu (6/12/2025).

Para menlu menambahkan, mereka mengapresiasi rencana perdamaian Donald Trump untuk Gaza. Menurut mereka, rencana yang sudah didukung resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB tersebut harus diimplementasikan sepenuhnya tanpa penundaan atau hambatan. Hal itu agar perdamaian dan keamanan dapat tercapai serta memperkuat fondasi stabilitas regional.

- Advertisement -

“Dalam hal ini, para menteri menggarisbawahi perlunya mempertahankan gencatan senjata sepenuhnya, meringankan penderitaan warga sipil, memastikan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa batas ke Jalur Gaza, memulai upaya pemulihan dan rekonstruksi dini, serta menciptakan kondisi yang diperlukan bagi Otoritas Palestina untuk melanjutkan tanggung jawabnya di Jalur Gaza,” kata kedelapan menlu dalam pernyataan bersamanya.

Para menlu menekankan bahwa negara mereka siapa untuk terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan AS dan seluruh pihak terkait guna memastikan implementasi penuh Resolusi DK PBB 2803 dan seluruh resolusi DK PBB yang relevan. Resolusi DK PBB 2803 adalah resolusi yang memberikan dukungan kepada rencana perdamaian Donald Trump untuk Gaza.

Kedelapan menlu mengatakan, mereka pun siap menyediakan landasan yang kondusif guna tercapainya perdamaian yang adil, komprehensif, dan berkelanjutan, sesuai legitimasi internasional dan solusi dua negara. Mereka berharap hal tersebut akan mengarah pada pembentukan negara Palestina merdeka sesuai garis Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Pada Rabu (3/12/2025) lalu, Israel mengumumkan akan membuka gerbang perbatasan Rafah dalam beberapa hari mendatang sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Namun pengoperasiannya hanya untuk membuka jalan bagi warga Palestina yang hendak meninggalkan Jalur Gaza.

Israel mengeklaim hal itu nantinya akan dikoordinasikan bersama otoritas Mesir. Sementara itu Pemerintah Mesir membantah telah berkoordinasi dengan Israel soal pembukaan dan pengoperasian perbatasan Rafah.

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini