KNews.id – Jakarta 7 Februari 2026 – Sesungguhnya terdapat amalan-amalan yang mungkin dianggap remeh oleh sebagian dari kita, atau tidak dipikirkan sama sekali, padahal di dalamnya terdapat pahala yang besar yang tidak terbayangkan oleh seorang Muslim.
Bayangkanlah perbuatan-perbuatan kecil yang kita lakukan, lalu para malaikat akan mendoakan, memohon ampunan, dan berdoa untuk kita. Mereka berjumlah triliunan malaikat.
Selama melakukan amal yang mulia ini dan doa para malaikat adalah doa untuk orang yang melakukan amal-amal ini dan memohon ampunan untuknya. Amalan-amalan yang pelakunya akan didoakan oleh malaikat sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadits Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:
Pertama, menunggu shalat wajib yang satu ke shalat wajib berikutnya
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لَا يَزَالُ العَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ، وَتَقُولُ المَلَائِكَةُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَلَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ. قُلْتُ: مَا يُحْدِثُ؟ قَالَ: يَفْسُو أَوْ يَضْرِطُ
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Seorang hamba tetap dalam shalat selama ia berada di tempat shalatnya menunggu shalat berikutnya, hingga para malaikat berkata, ‘Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah, kasihanilah dia, sampai dia pergi atau berhadas. Aku berkata: Apa yang dimaksud dengan berhadas? Dia menjawab: Buang angin atau kentut.” (HR Muslim).
Kedua, berdiam diri di masjid dari shalat wajib yang satu ke shalat wajib lainnya
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال مُنْتَظِرُ الصَّلَاةِ مِنْ بَعْدِ الصَّلَاةِ، كَفَارِسٍ اشْتَدَّ بِهِ فَرَسُهُ فِي سَبِيلِ اللهِ عَلَى كَشْحِهِ، تُصَلِّي عَلَيْهِ مَلَائِكَةُ اللهِ، مَا لَمْ يُحْدِثْ أَوْ يَقُمْ، وَهُوَ فِي الرِّبَاطِ الأَكْبَرِ
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang menunggu shalat setelah shalat, seperti seorang penunggang kuda yang menunggang kudanya di jalan Allah, maka malaikat Allah akan mendoakannya, selama dia tidak melakukan sesuatu atau berdiri, dan dia berada dalam ikatan yang terbesar.” (HR Muslim).
Ketiga, shalat shubuh dan Shalat Ashar
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال تَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الفَجْرِ وَصَلَاةِ العَصْرِ، قَالَ: فَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الفَجْرِ، قَالَ: فَتَصْعَدُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَتَثْبُتُ مَلَائِكَةُ النَّهَارِ، قَالَ: وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ العَصْرِ، قَالَ: فَيَصْعَدُ مَلَائِكَةُ النَّهَارِ وَتَثْبُتُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ، قَالَ: فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ: كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ قَالُوا: أَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَتَرَكْنَاهُمْ ووَهُمْ يُصَلُّونَ. قَالَ سُلَيْمَانُ: وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا قَدْ قَالَ فِيهِ: فَاغْفِرْ لَهُمْ يَوْمَ الدِّينِ
Dari Abu Hurairah RA, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat Shubuh dan shalat Ashar.”
Beliau bersabda, “Mereka berkumpul pada waktu shalat subuh.” Beliau bersabda, “Maka malaikat malam naik dan malaikat siang tetap tinggal.
Beliau bersabda, “Dan mereka berkumpul dalam shalat Ashar.’ Beliau bersabda, ‘Maka malaikat siang naik dan malaikat malam tetap tinggal. Maka Tuhan mereka bertanya kepada mereka: Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku? Mereka menjawab: Kami datang kepada mereka ketika mereka sedang shalat, dan kami meninggalkan mereka ketika mereka sedang shalat. Sulaiman berkata, “Dan aku tidak tahu kecuali apa yang telah dikatakan tentang hal itu: Maka ampunilah mereka pada hari pembalasan.” (HR Ahmad)
Keempat, menjaga kondisi bersuci
عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ المَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ،نٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا
Dari Ibn Umar RA, bahwa Rasulullah SAW, bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan menemaninya, dan ketika dia bangun, malaikat itu akan berkata, “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan, karena ia tidur dalam keadaan suci.” ”(HR Ibnu Hibban).
Kelima, menjenguk orang yang sakit
عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ رَجُلٍ يَعُودُ مَرِيضًا مُمْسِيًا، إِلَّا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ، وَمَنْ أَتَاهُ مُصْبِحًا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُمْسِيَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ
Dari Ali bin Abi Talib RA, dia berkata, “Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang pun yang mengunjungi orang sakit pada sore hari, kecuali tujuh puluh ribu malaikat akan menyertainya dan memohon ampunan untuknya sampai pagi hari, dan dia akan memiliki gudang di surga. Dan siapa yang mengunjunginya di pagi hari, maka akan keluar bersamanya tujuh puluh ribu malaikat yang memohon ampunan untuknya hingga sore hari, dan dia akan memiliki gudang di surga.”
Keenam, shalat pada shaf pertama
عن أبي أمامة رضي الله عنه إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ، قَالُووا: يَا رَسُولَ اللهِ؟ وَعَلَى الثَّانِي؟ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ، قَالُوا: وَعَلَى الثَّانِي؟ قَالَ: وَعَلَى الثَّانِي
Dari Abu Umamah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya mendoakan barisan pertama. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah?” Dan atas barisan kedua?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya mendoakan barisan pertama.” Mereka bertanya lagi: “Dan atas barisan kedua?” Beliau menjawab, “Dan atas barisan kedua.” (HR Abu Dawud)
Ketujuh, berpuasa
عن أم عمارة الانصارية_ رضي الله عنها_ أن النبي صلى الله عليه وسلم دخل عليها ، فقدمت إليه طعاما، فقال: كلي. فقالت: اني صائمة، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الصائم تصلي عليه الملائكة إذا أكل عنده حتى يفرغوا _ وربما قال: حتى يشبعوا
Dari Ummu Amara al-Ansariyah RA, bahwa Nabi SAW masuk menemuinya, lalu dia menyajikan makanan kepada beliau. Nabi SAW berkata, “Makanlah.” Dia menjawab, “Aku sedang berpuasa.” Maka Rasulullah SAW berkata, “Orang yang berpuasa, malaikat akan mendoakannya jika ia makan di hadapannya hingga mereka selesai.” Dan mungkin beliau juga berkata, “Hingga mereka kenyang.” (HR Tirmidzi).




