spot_img

5 Tempat Misterius yang Disebut dalam Al-Qur’an

KNews.id – Jakarta – Kitab suci Al-Qur’an memuat berbagai kisah dan fenomena alam yang menyimpan banyak petunjuk serta hikmah bagi umat manusia. Al-Qur’an menyebut tempat-tempat misterius yang belum diketahui keberadaannya hingga kini.

Berikut adalah tempat-tempat misterius yang menjadi bukti keagungan Allah SWT, meski lokasi pastinya hanya Allah yang mengetahui dan berada di luar jangkauan pengetahuan pasti manusia.

- Advertisement -

1. Tembok Yakjuj dan Makjuj
Salah satu tempat misterius di bumi yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah tembok Yakjuj dan Makjuj. Yakjuj dan Makjuj adalah kaum yang akan muncul pada akhir zaman sebagai salah satu tanda besar datangnya kiamat. Allah SWT berfirman:

حَتّٰىٓ اِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ وَهُمْ مِّنْ كُلِّ حَدَبٍ يَّنْسِلُوْنَ وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَاِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ اَبْصَارُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ يٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا بَلْ كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

- Advertisement -

Artinya: “Hingga apabila (tembok) Yakjuj dan Makjuj dibuka dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (Apabila) janji yang benar (yakni hari Kiamat) telah makin dekat, tiba-tiba mata orang-orang yang kufur terbelalak. (Mereka berkata,) “Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang zalim.” (QS Al-Anbiya’: 96-97)

Dijelaskan dalam buku Yakjuj & Makjuj: Bencana di Sebalik Gunung karya Muhammad Alexander, surah Al-Anbiya’ ayat 96 menyebut Yakjuj dan Makjuj akan keluar dan turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi. Sementara itu, ayat 97 menjelaskan mengenai janji Allah SWT tentang datangnya tanda-tanda kiamat, salah satunya dengan kemunculan bangsa barbar Yakjuj dan Makjuj.

2. Kota Iram
Kota Iram merupakan kota penduduk kaum kafir ‘Ad, kaum yang hidup pada masa Nabi Hud AS dan mendapat azab yang pedih dari Allah SWT. Al-Qur’an menyebut Kota Iram sebagai kota yang sudah mampu membangun bangunan-bangunan tinggi. Allah SWT berfirman:

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ

Artinya: “Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad, (yaitu) penduduk Iram (ibu kota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang sebelumnya tidak pernah dibangun (suatu kota pun) seperti itu di negeri-negeri (lain)?” (QS Al-Fajr: 6-8)

Menukil buku Percikan Sains dalam Al-Qur’an karya Bambang Pranggono, potongan ayat Al-Qur’an di atas tidak hanya dijadikan sebagai pengingat moral mengenai kekafiran kaum ‘Ad, tetapi juga memicu dilakukannya penelitian ilmiah. Seorang ilmuwan asal Ameriak Serikat, Nicholas Clapp, memimpin tim ekspedisi ilmiah untuk mencari letak Kota Iram. Pada 1992, tim ini menemukan sebuah bangunan bersegi delapan dengan dinding-dinding dan menara tinggi di gurun pasir Arabia Selatan yang disimpulkan merupakan bekas Kota Iram.

- Advertisement -

3. Gunung Qaf (Jabal Qaf)
Gunung Qaf juga disebut dengan Jabal Qaf merupakan gunung legendaris dalam mitologi Timur Tengah dan literatur Islam klasik. Merangkum buku Kajian Tafsir Komprehensif karya Muhammad Asadurrohman, tradisi Arab awal menyebut gunung ini sebagai tanah asal jin yang diciptakan dari zamrud yang bersinar.

Menurut riwayat Ibnu Abbas, tafsir huruf ق (Qaf) dari surah Qaf, menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan sebuah gunung yang mengelilingi tujuh lapis bumi dengan keindahan, kehijauan, dan kejernihan dari baru permata (yakut), sehingga ketujuh bumi tersebut berada dalam gunung itu seperti jari di dalam cincin.

Disebutkan bahwa gunung ini tingginya hampir mencapai langit dengan jarak hanya dengan 80 fasakh dari langit. Allah SWT menciptakan semua gunung di permukaan bumi, baik di darat maupun di laut berasal dari Gunung Qaf, sehingga gunung-gunung tersebut menjadi akar-akar Gunung Qaf yang bercabang di tujuh lapisan bumi.

Allah SWT berfirman:

الم تجعل الأرْضَ مِهْدًا وَالجِبَالَ أَوْتَادًا .

Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS Al-Naba’: 6-7)

Dalam ayat lain, Allah SWT juga berfirman:

وَّجَعَلْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ شٰمِخٰتٍ وَّاَسْقَيْنٰكُمْ مَّاۤءً فُرَاتًاۗ

Artinya: “Kami menjadikan padanya gunung-gunung yang tinggi dan memberi minum kamu air yang tawar?” (QS Al-Mursalat: 27)

4. Gunung Judi (Judiy)
Gunung Judi merupakan gunung tempat kapal Nabi Nuh AS dan kaumnya berlabuh setelah banjir dahsyat yang melanda kala itu. Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 44.

وَقِيْلَ يٰٓاَرْضُ ابْلَعِيْ مَاۤءَكِ وَيٰسَمَاۤءُ اَقْلِعِيْ وَغِيْضَ الْمَاۤءُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُوْدِيِّ وَقِيْلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: “Difirmankan (oleh Allah), “Wahai bumi, telanlah airmu dan wahai langit, berhentilah (mencurahkan hujan).” Air pun disurutkan dan urusan (pembinasaan para pendurhaka) pun diselesaikan dan (kapal itu pun) berlabuh di atas gunung Judiy, dan dikatakan, “Kebinasaanlah bagi kaum yang zalim.”

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menukil pendapat Ad-Dahak bahwa Judi adalah nama sebuah bukit di Mosul (Irak) sekarang. Menurut penyelidikan ahli-ahli sarjana zaman modern, Gunung Judi adalah dalam gugusan pegunungan Ararat, yang terletak di batas antara Turki dengan Soviet, Rusia.

5. Telaga Ainul Hayat
Para ahli tafsir menyebutkan sebuah tempat bernama “Ainul Hayat” saat menafsirkan firman Allah SWT yang menceritakan kisah Zulkarnain dan Nabi Khidir AS dalam Al-Qur’an surah Al-Kahfi.

Secara bahasa, Ainul Hayat memiliki arti mata kehidupan. Air mata kehidupan ini berhubungan erat dengan sosok Zulkarnain, penguasa di bumi yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنْ ذِى الْقَرْنَيْنِۗ قُلْ سَاَتْلُوْا عَلَيْكُمْ مِّنْهُ ذِكْرًا ۗ اِنَّا مَكَّنَّا لَهٗ فِى الْاَرْضِ وَاٰتَيْنٰهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا ۙ

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, “Akan aku bacakan kepadamu sebagian kisahnya. Sesungguhnya Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu.” (QS Al-Kahfi: 83-84)

Dikisahkan dalam buku The Golden Story of Zulkarnain karya Rizem Aizid, ada yang menyebutkan bahwa Zulkarnain melakukan perburuan mencari Ainul Hayat selama sekitar 12 tahun. Namun, satu-satunya orang yang menemukan lokasinya adalah Nabi Khidir AS, yang kemudian ia rahasiakan. Bahkan, setan, iblis, dan jin tidak dapat menemukan lokasi Ainul Hayat tersebut.

Wallahu a’lam.

(NS/DTK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini