spot_img

5 Rukun Umroh yang Wajib Dipahami Umat Islam, Jangan Sampai Terlewat!

KNews.id – Jakarta – Umroh merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Berbeda dengan ibadah haji yang memiliki waktu pelaksanaan tertentu, umroh dapat dilakukan sepanjang tahun, kecuali jika terdapat ketentuan atau pembatasan tertentu dari otoritas terkait.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, calon jemaah perlu memahami tata cara pelaksanaan umroh, termasuk rukun-rukunnya. Rukun umroh merupakan rangkaian amalan pokok yang harus dilaksanakan agar ibadah umroh sah. Apabila salah satu rukun ditinggalkan, ibadah umroh tidak sah dan tidak dapat disempurnakan hanya dengan membayar dam.

- Advertisement -

Dalam panduan yang umum digunakan di Indonesia, khususnya menurut mazhab Syafi’i, terdapat lima rukun umroh yang perlu diketahui oleh setiap calon jemaah.

1. Ihram dan Niat Umroh

- Advertisement -

Rukun umroh yang pertama adalah ihram, yaitu memulai pelaksanaan ibadah umroh dengan niat. Niat tersebut dilakukan ketika jemaah hendak memasuki ibadah umroh, biasanya saat berada di miqat yang telah ditentukan.

Salah satu bacaan niat umroh yang umum digunakan adalah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Latin: Labbaika Allahumma ‘umratan.

Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk melaksanakan umroh.”

Ketika sudah berniat ihram, jemaah wajib mematuhi larangan ihram, seperti menggunakan wewangian setelah ihram, memotong rambut atau kuku, serta melakukan sejumlah larangan lainnya sesuai ketentuan fikih.

- Advertisement -

Bagi laki-laki, pakaian ihram umumnya berupa dua lembar kain tanpa jahitan yang membentuk pakaian. Sementara itu, perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat dan tidak diwajibkan menggunakan pakaian putih.

2. Tawaf Mengelilingi Ka’bah

Rukun umroh berikutnya adalah tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Tawaf dimulai dari posisi sejajar dengan Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama, dengan Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah.

Selama tawaf, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan bacaan yang baik. Tidak ada satu doa khusus yang wajib dibaca pada setiap putaran tawaf, sehingga jemaah dapat berdoa sesuai kebutuhan dan tetap menjaga kekhusyukan.

Tawaf dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk menjaga kebersihan, menutup aurat, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

3. Sa’i antara Bukit Safa dan Marwah

Sa’i merupakan rukun umroh yang dilakukan dengan berjalan dari Bukit Safa menuju Bukit Marwah dan kembali sesuai urutan hingga mencapai tujuh perjalanan.

Perjalanan pertama dihitung dari Safa menuju Marwah, sedangkan perjalanan kedua dari Marwah menuju Safa. Dengan demikian, sa’i berakhir di Bukit Marwah pada perjalanan ketujuh.

Ibadah ini mengingatkan umat Islam pada perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Kisah tersebut mengandung pelajaran tentang kesabaran, ikhtiar, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.

Jemaah yang mengalami kesulitan berjalan dapat menggunakan kursi roda atau fasilitas yang disediakan pengelola Masjidil Haram sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Tahallul atau Memotong Rambut

Setelah menyelesaikan tawaf dan sa’i, jemaah melaksanakan tahallul, yaitu mencukur atau memotong rambut sebagai tanda berakhirnya keadaan ihram.

Bagi laki-laki, mencukur seluruh rambut kepala atau memendekkannya merupakan pilihan yang dikenal dalam pelaksanaan umroh. Mencukur habis rambut kepala lebih utama bagi laki-laki berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, perempuan cukup memotong sebagian kecil rambutnya sesuai ketentuan fikih. Setelah tahallul dilakukan dengan benar, jemaah dapat mengakhiri larangan ihram yang berlaku selama pelaksanaan umroh.

5. Tertib dalam Melaksanakan Rukun Umroh

Rukun umroh yang kelima adalah tertib, yakni melaksanakan rukun-rukun tersebut sesuai urutannya. Jemaah harus memulai dengan ihram dan niat, kemudian melaksanakan tawaf, sa’i, dan tahallul.

Tertib penting diperhatikan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan sesuai ketentuan. Karena itu, calon jemaah sebaiknya mempelajari tata cara umroh sebelum keberangkatan atau mengikuti bimbingan dari pembimbing ibadah yang kompeten.

Perbedaan Rukun Umroh dan Wajib Umroh

Selain memahami rukun umroh, jemaah juga perlu mengetahui perbedaan antara rukun dan wajib umroh. Rukun merupakan bagian pokok yang menentukan sah atau tidaknya ibadah, sedangkan wajib umroh merupakan amalan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya.

Dalam panduan fikih mazhab Syafi’i yang umum digunakan di Indonesia, salah satu wajib umroh adalah berihram dari miqat. Apabila wajib umroh ditinggalkan, jemaah dapat dikenai dam sesuai ketentuan fikih. Sementara itu, meninggalkan rukun tidak dapat diganti hanya dengan membayar dam.

Pemahaman ini penting agar jemaah tidak keliru dalam membedakan amalan yang menentukan keabsahan umroh dengan kewajiban lain yang menyertainya.

Persiapkan Ibadah Umroh dengan Baik

Memahami rukun umroh merupakan langkah penting sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan mengetahui setiap tahapan, jemaah diharapkan dapat melaksanakan ibadah dengan lebih tertib, tenang, dan sesuai tuntunan syariat Islam.

Selain mempelajari tata cara ibadah, calon jemaah juga perlu menjaga kesehatan, menyiapkan dokumen perjalanan, serta mengikuti arahan pembimbing umroh. Persiapan yang matang dapat membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih nyaman.

Pada akhirnya, umroh bukan sekadar perjalanan menuju Makkah, melainkan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memahami lima rukun umroh dan menjalankannya sesuai ketentuan, jemaah dapat berusaha menyempurnakan ibadah dengan sebaik-baiknya.

(RD)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini