spot_img
Rabu, Juni 26, 2024
spot_img

Yasin Ayat 40 Jelaskan Fenomena Terjadinya Siang dan Malam

KNews.id – Jakarta – Surah Yasin ayat 40 menjelaskan tentang tata surya meliputi matahari dan bulan. Ayat ini menegaskan kuasa Allah SWT yang mengatur pergantian siang dan malam.

Yasin termasuk surah ke-36 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 83 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah.

- Advertisement -

Surah Yasin Ayat 40
لَا ٱلشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدْرِكَ ٱلْقَمَرَ وَلَا ٱلَّيْلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Arab-Latin: Lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasbaḥụn

- Advertisement -

Artinya: Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Merangkum tafsir ringkas Kementerian Agama (Kemenag) dijelaskan bahwa ayat 40 surah Yasin berisi ketetapan Allah SWT tentang peredaran matahari dan bulan.

- Advertisement -

Demikianlah sunatullah yang telah ditetapkan. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan sehingga keduanya bertabrakan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya yang telah digariskan untuknya.

Dalam tafsir tahlili, dijelaskan berdasarkan pengaturan dan ketetapan Allah yang berlaku bagi benda-benda alam itu, peraturan yang disebut “Sunnatullah”, maka tidaklah mungkin terjadi tabrakan antara matahari dan bulan, dan tidak pula malam mendahului siang. Semuanya akan berjalan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan-Nya. Masing-masing tetap bergerak menurut garis edarnya yang telah ditetapkan Allah SWT untuknya.

Betapa kecilnya kekuasaan manusia, dibanding dengan kekuasaan Allah yang menciptakan dan mengatur perjalanan benda-benda alam sehingga tetap berjalan dengan tertib.

Dalam Tafsir Al-Mishbah yang disusun Quraish Shihab, dijelaskan bahwa surat Yasin ayat 40 menerangkan tentang matahari yang tidak akan menyimpang dari garis edarnya. Tidak juga mempercepat atau memperlambat perjalanannya sehingga mengakibatkannya mendahului dan mendapatkan bulan.

Semuanya telah diatur Allah SWT secara silih berganti dan masing-masing baik matahari maupun bulan. Tidak hanya matahari dan bulan, semua benda-benda langit beredar pada garis edar yang telah ditentukan. Alam semesta terus menerus beredar tidak dapat menyimpang darinya.

Terkait ayat 40 surah Yasin ini, Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata,”Aku sedang bersama Nabi SAW di dalam masjid saat waktu tenggelamnya matahari, maka Nabi SAW bertanya, “Wahai Abu Dzar, apakah kamu mengetahui ke manakah matahari itu terbenam?” aku menjawab.”Allah dan RasulNya lebih mengetahui.”

Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya matahari itu pergi hingga sujud di bawah ‘Arsy. Yang demikian itu dijelaskan dalam firmanNya, “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.”

(Zs/Dtk)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini