spot_img
Jumat, Februari 23, 2024
spot_img

Warga 01 Termakan Opini Tendensi Dari Rekayasa Curang Menang Satu Putaran

Oleh : Damai Hari Lubis –  Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212.

KNews.id – Logika berpikir sehatnya, kemana suara konstituen ummat dari kelompok 212 yang berdasarkan sejarah, melahirkan ” benih saham murka dampak khianat ” sosok prabowo, diluar itu berapa puluh juta ummat muslim yang kecewa kepada Jokowi, malah berimplikasi pilpres jatuh ke seorang Gibran.RR. anak biologis Jokowi, yang deskripsi nya sebagai ” seorang pemuda lucu dan campur katrok “, yang langsung datang dari pelosok desa, lalu oleh karena dia anak presiden Jokowi yang banyak melakukan kebohongan, dan karena peristiwa yang berdampak Anwar Usman dipecat dari Mahkamah Konstitusi, justru akan dipercaya memimpin anak – anak muda Generasi Z dan M di seluruh ibu kota metropolitan yang ada di seluruh tanah air ? Serius bakal fantastic dan glowing !

- Advertisement -

Lalu kemana massa wong cilik, PDIP. yang fanatisme ” Soekarnoism “, rela kah mereka dipimpin seorang tokoh ” kloning “, yang khianati Megawati ?

Kemana simpatisan PAN. Bukan kah massanya, oleh sebab perilaku Zulhas menjadikannya ” seolah sosok terjerat leher “, akibat intrik intrik yang eksis di tengah publik, yang berhubungan dengan ranah hukum di KPK. Dan Kejaksaan agung, terhadap kasus bisnis pribadinya.

- Advertisement -

Lalu masih terbayang jelas di benak publik, tercampaknya Dr. Amin Rais sang pendiri PAN, lalu konstituen yang umumnya Muhammadiyah, apakah akan tetap setia kepada Zulhas, lalu nunut kepada Jokowi ( pasangan capres 02 ) ?

Kalau pun ada parameter, justru apa majas para anak gaul dari kaum gen X dan kaum generasi Z ?

Justru istilah yang booming di media sosial tik tok :

” yang benar aja masa kuliah capek – capek milihnya Prabowo ”

Lalu kemana massa simpatisan PPP juga termasuk massa Golkar, yang di grassroot justru banyak timses para caleg yang ditengarai kesulitan mendapatkan bakal pemilih mereka menuju kursi legislatif, dan khususnya caleg partai Demokrat, nampak masih banyak terpampang baliho di berbagai wilayah yang enggan mencopot fhoto pasangan ” masa lalu ” ANIES – AHY.

Maka, metode antisipatif mesti segera dibangun kembali, buat banyak polling – polling yang sehat dan objektif , santun demi merajut diskursus politik, tanggap terhadap lingkungan, gali semua potensi ummat, mudah mudahan keyakinan atau percaya diri ummat akan tumbuh berlipat, lalu semangat juang akan semakin menyala – nyala, menyambut kemenangan yang tidak absurd, asalkan semua berjiwa luas tidak kaplingan, melainkan pandai – pandai ( tidak eksklusif ), tanggap nalar, sesuai hakekat sosiologis dalam hubungannya dengan faktor kehidupan manusia, bahwa manusia adalah mahluk berpikir, bergaul dan saling membutuhkan termasuk, selain terhadap faktor lingkungan hidup ( alam dan sekitarnya ).

Dan utamanya untuk gerbong 212 wajib dan patuh pada komando ijtima ulama, bekerja keras merujuk pada setiap poin – poin pakta integritas sebagai kompensasi politik AMIN. Tidak kalem ( slowly ) terhadap serangan lawan yang dominan dan STM. Sistimatis, Terstruktur dan begitu Masiv, serta tentunya vokal, cekatan dalam mengawal pelaksanaannya pemilu dan menjaga hasil kemenangan kelak.

Serta tak kalah penting, modal juang 01 bukan hal yang patut disepelekan, pastinya dengan gema sounding euforia perubahan bersama dibawah 3 faktor panji partai politik yakni Nasdem, PKS , PKB dan Partai Ummat, tentunya landasan kuat perjuangan yang luar biasa ( extra ordinary ).

Lalu, pastinya jangan melupakan niat yang ikhlas dan giat juang selalu disertai doa sebagai inti hakekat menggapai tujuan hidup, dalam makna suksesnya kehidupan seorang muslim sejati. (Zs/NRS)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita