spot_img
Jumat, Februari 23, 2024
spot_img

Turun Rame – Rame Metode yang Dapat Menyadarkan Presiden Jokowi

Oleh : Damai Hari Lubis

Solo, Malam Minggu 27 Januari 2024

- Advertisement -

KNews.id – Ibarat penyakit perilaku Jokowi yang banyak berkata dan berjanji bohong, dan suka tabrak hukum, maka dampak negatif yang ditimbulkan adalah berbagai bakteri penyakit infeksi communicable disease atau CDs atau yang biasa disebut juga sebagai penyakit infeksius merupakan berbagai penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur yang dapat menyebar secara langsung maupun tidak langsung dari satu orang ke orang lainnya.

Begitulah analogi karakter individu Jokowi, sebagai seorang pemimpin yang tertinggi pada bangsa ini, seorang mahluk ( berpikir ) punya nafsu dan lagi memiliki banyak kekuasaan serta segala fasilitas tak terbatas.

- Advertisement -

Maka sebagai pemimpin dengan segala kekuasaan yang Ia miliki, jika berperangai jahat atau amoral, apakah tidak menular kepada seluruh pemimpin dibawahnya ? Pada semua tingkatan, sampai Ketua RT hingga kepala sekolah dan guru – guru yang juga manusia dan manusiawi sama – sama mahluk hidup yang punya ego atau syahwat, kepentingan dan kebutuhan ?

Jawabnya adalah pemimpin itu role model, maka dapat menularkan pelanggaran yang Ia sering representasikan, Jokowi nyata hobi pertontonkan tingkah polah amoral dalam wujud pelanggaran yang preseden atau berulang, dalam konteks janji janji politik yang hasilkan berbagai kebohongan.

Oleh karenanya justru perilaku kepemimpinan yang buruk, akan kuat manarik lalu mengkontaminasi orang disekelilingnya dan level yang banyak dibawahnya. Ibarat penyakit, semua bisa terkena infeksi atau CDs atau yang biasa disebut juga sebagai penyakit infeksius dari gabungan berbagai penyakit.

“Quid leges sine moribus”, apa lah artinya hukum tanpa disertai moralitas. Atau hukum tanpa moral adalah sia – sia belaka.

Bohongnya seorang pemimpin adalah sebagai bagian dari perilaku amoral. Sementara, lalakon tipikal Jokowi, yang nampak sepengetahuan umum, Jokowi hobi melakukan perbuatan atau tingkah laku amoral, apa bukti dia hobi. Berapa puluh kali dia melakukan kebohongan kepada anak bangsa ini ?

Sehingga tentang moralitas, bisa jadi Ia sepelekan, ini diskripsi wajar daripada tingkah laku kepribadiannya yang preseden, dengan gunakan metode filosofi terbalik ( sungsang ), Jokowi akan memberikan tanggapan. ” Apa lah artinya moralitas ? Sedangkan hukum pun aku terabas”.

Untuk itu mengingat jabatan struktural dan fungsional Jokowi selaku seorang presiden, tentu luar biasa superior, kekuasaan dan kekuatannya hampir menjangkau semua sektor dan faktor kebutuhan bangsa ini, atau hampir tanpa batas, sehingga jika saja Ia ingin melanggar norma – norma atau kaidah hukum tentu mudah saja, begitu pula mengelak dari sanksi hukum, karena Jokowi memiliki kontribusi terhadap jabatan para aparatur penegak hukum tertinggi, dengan alas hak prerogatif.

Oleh karenanya, tentunya hal yang sulit tuk ” menyadarkan atau menghentikannya”, terlebih karena etos ( sipat bawaan ) yang sedemikian rupa Ia sering tampakkan.

Oleh sebab itu, menghentikannya tentunya membutuhkan tindakan atau langkah yang super luar biasa termasuk super keberanian yakni melalui kesadaran dengan kekuatan terakhir, kekuatan kedaulatan ditangan rakyat. Rakyat butuh gunakan pola bersatu turun rame – rame. Hentikan kelucuan tingkah Jokowi hingga Ia turun panggung lalu tiarap.

(Zs/NRS)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita