spot_img
Sabtu, Februari 24, 2024
spot_img

Tom Lembong Respons Sentilan Keras Luhut dan Bahlil

KNews.id – Mantan Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong menjawab tudingan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia soal gagal menyelesaikan target investasi. Menurut Tom Lembong, data-data soal investasi bisa dilihat langsung oleh publik.

Co-Captain Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) itu lantas mempersilakan publik membandingkan data-data dan memberikan penilaian.

- Advertisement -

“Saya kira data-datanya semuanya publik. Kami mempersilakan publik saja menganalisa dan membandingkan data-data, dan kami mempersilakan masyarakat menilai,” katanya saat ditemui di Grand Hyatt, Jakarta Pusat.

Namun saat dikonfirmasi apakah dirinya pernah gagal mencapai target investasi, Tom Lembong tidak memberi penjelasan. Ia juga tak banyak bicara saat dimintai pendapat soal pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kepada dirinya.

- Advertisement -

Beberapa waktu lalu, Luhut melontarkan pernyataan keras soal pengakuan Tom Lembong memberi contekan bertahun-tahun kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat dimintai tanggapan, ia hanya mengucapkan kalimat terima kasih tanpa banyak berbicara.

“Terima kasih banyak ya, terima kasih. Makasih ya,” ujarnya sambil meninggalkan awak media.

Sebelumnya, Bahlil sempat membandingkan kinerjanya dengan pejabat pendahulunya yang lulusan Harvard University. Meski tak Gamblang menyebutkan nama, diketahui Kepala BKPM sebelum Bahlil adalah Thomas Trikasih Lembong.

Awalnya Bahlil bercerita, Kepala BKPM periode Pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah Franky Sibarani. Namun terjadi reshuffle, yang membuat posisi Franky diganti Tom Lembong.

“2015 itu zamannya Pak Franky, itu RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Rp 519 triliun, tercapai Rp 545 triliun. Kemudian diganti oleh, saya tidak sebutkan namanya nanti besar kepala soalnya. 2016 ada reshuffle, target RPJMN Rp 594 triliun terealisasi Rp 612 triliun,” katanya dalam konferensi pers kinerja investasi tahun 2023 di Gedung Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta.

Namun, Bahlil menyebut Tom Lembong gagal mencapai target investasi Rp 765 triliun pada 2018. Ia hanya berhasil merealisasikan investasi Rp 721,30 triliun.

“Kemudian tahun 2017 target Rp 678 triliun, realisasinya Rp 692 triliun. Namun pada 2018, catat ini RPJMN kita Rp 765 triliun realisasi investasinya Rp 721,30 triliun. Jadi dalam fase itu ada target yang tidak tercapai,” tutup Bahlil.
(Zs/Dtk)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini