spot_img
Minggu, Februari 25, 2024
spot_img

Timnas AMIN Tegaskan Cak Imin Potong Tumpeng di IKN Bukan Tanda Setuju

KNews.id – Tim Nasional (Timnas) pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) menegaskan momen Muhaimin atau Cak Imin potong tumpeng di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bukan tanda setuju. Timnas AMIN menyebut kehadiran Cak Imin di IKN dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR untuk meninjau proyek ibu kota baru tersebut.

“Dia datang itu sebagai orang DPR. Dia datang bukan karena setuju. Dia datang untuk melihat betulkah ini (IKN)” ujar Asisten Pelatih Timnas AMIN Tamsil Linrung di Makassar, Minggu (24/12/2023).

- Advertisement -

Tamsil menuturkan, sepulang dari IKN, Cak Imin menilai kehadiran ibu kota baru itu tidak efektif lantaran menghabiskan banyak anggaran. Sementara, masyarakat di sekitar IKN membutuhkan bantuan dari sisi pendidikan dan infrastruktur yang lebih tepat guna daripada membangun IKN.

“Setelah dia (ke IKN), pulang dia menganalisa ternyata ini nggak benar, misalnya. Karena itu kita tidak dukung. Lebih baik pilih yang lain daripada (menghabiskan anggaran) Rp 466 triliun itu (untuk membangun IKN), bangunkan aja jembatan orang Kalimantan itu. Bangunkan aja sekolahan orang Kalimantan itu. Lakukan saja pemberdayaan, paling Rp 50 triliun sudah selesai. Dari pada punya kota malah tidak mensejahterakan masyarakatnya,” papar Tamsil.

- Advertisement -

Tamsil menyebut Cak Imin waktu itu memang tidak langsung memutuskan apakah kehadiran IKN ini sudah tepat atau justru malah berdampak buruk bagi keberlangsungan lingkungan. Melainkan masih perlu melakukan evaluasi dan kajian atas kehadiran mega proyek tersebut.

“Tapi okelah itu tidak kita (Cak Imin) putuskan sekarang, nanti harus dilakukan kajian. Apa hasil kajiannya ya kita lihat. Kalau hasil kajiannya ini merusak lingkungan, tidak efektif, kajiannya mengatakan bahwa lebih prioritas yang lain mungkin lebih prioritas menyelesaikan masalah guru. Ya udah itu dulu yang kita selesaikan,” ungkap Tamsil.

Tamsil turut menanggapi pernyataan Cak Imin soal investasi yang menyebut proyek IKN jangan cuma padat modal belaka. Dia menilai, ungkapan Cak Imin itu menunjukkan sikap bahwa investor harus ikut mensejahterakan masyarakat.

“Investor oke silakan, bebas untuk kita masukkan ke Indonesia. Tetapi tidak boleh ada lagi kejadian kayak Rempang, investor menggusur rakyat. Investor itu hadir untuk mensejahterakan rakyat. Kalau ada investor datang untuk membodohi kita itu tidak boleh. Yang kedua mensejahterakan masyarakat umum. Kalau ada investor datang tetapi meminggirkan masyarakat, itu tidak boleh,” terangnya.

Di sisi lain, dia juga turut menanggapi pertanyaan Gibran yang diajukan kepada Cak Imin dan Mahfud Md sewaktu debat Cawapres pertama. Tamsil menilai pertanyaan Gibran soal State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report dan Carbon Capture Storage (CCS) sangat tidak substantif.

“Substansinya hampir nggak ada dan seperti orang yang membaca dalam bertanya. Jadi mestinya (lebih substantif). Seperti dia bertanya carbon storage ke Pak Mahfud. Ya itu kan pertanyaan yang tidak substantif. Mestinya yang dia tanyakan juga yang lain,” ucapnya.  (Zs/Dtk)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini