spot_img
Sabtu, Maret 2, 2024
spot_img

Telkom Masih Pertahankan Jadi Investor GOTO

KNews.id – Emiten plat merah, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menegaskan bahwa hingga saat ini perusahaan masih menjadi investor PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui anak usahanya, PT Telkomsel Indonesia.  Perusahaan yakin sinergi dengan GOTO akan mendorong digitalisasi di seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi, kami masih mempertahankan investasi di GOTO dan terus meningkatkan sinergi yang dilakukan antara perseroan dengan GOTO,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Mohamad Ramzy dalam Public Expose Live 2023.

- Advertisement -

Hal itu termasuk pemberian layanan yang menarik dan kompetitif bagi para pengemudi Gojek serta pembukaan saluran kerja sama dengan merchant dan outlet-outlet, yang menjadi saluran penjualan produk Telkomsel.

Telkomsel  juga terus memperluas kerja sama ke berbagai area lainnya hingga ke pelosok.  Ramzy mengatakan secara aktif perusahaan turut memantau dan memperluas inisiatif sinergi tersebut dari waktu ke waktu. Selain itu, Ramzy juga menyebut bahwa konsolidasi antara Gojek dan Tokopedia memberikan peluang pertumbuhan dan potensi sinergi yang lebih besar antara Telkomsel dan GoTo. Telkomsel berupaya memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan sinergi yang dapat menguntungkan keduabelah pihak.

- Advertisement -

Sebelumnya, emiten teknologi GOTO membukukan penurunan kerugian bersih sebesar 53% menjadi Rp 9,5 triliun per 30 September 2023 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 20,3 triliun. Sementara itu, bila dilihat pada periode kuartal ketiga saja, kerugian bersih GOTO juga turun 64,2% menjadi Rp 2,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 6,7 triliun.

Perusahaan hasil merger Gojek dengan Tokopedia ini tercatat membukukan pendapatan bersih Rp 16,6 triliun sampai dengan September, naik 7% secara tahunan.  Terpangkasnya kerugian itu lantaran GOTO berhasil menekan beban iklan dan pemasaran hingga 53,4% menjadi Rp 1,5 triliun.  Selain itu, beban gaji dan imbalan karyawan juga turun 5,8% menjadi Rp 4,2 triliun dibandingkan dengan September 2022 lalu sebesar Rp 4,5 triliun.

Perseroan juga melaporkan perbaikan earning before interest, tax, depreciation, and amortization (EBITDA) Grup yang disesuaikan sebesar 74% year-on-year (YoY) mencapai -Rp 0,94 triliun. Perbaikan EBITDA ini didorong peningkatan monetisasi dan manajemen beban usaha secara disiplin. Pada saat yang sama, gross transaction value (GTV) GOTO tumbuh 5,2% menjadi Rp 151 triliun dibanding kuartal II 2023.
(Zs/DKata)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini