spot_img
Jumat, Februari 23, 2024
spot_img

Setelah Rektor Unika, Giliran Rektor Unwahas Mengaku Diminta Buat Video Testimoni Positif untuk Jokowi

KNews.id – Pengakuan Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Ferdinandus Hindarto yang diminta membuat video testimoni kinerja positif Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menjadi perbincangan.

Kini, giliran Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Kota Semarang, Mudzakir Ali yang juga mengaku diminta membuat video testimoni positif Jokowi.  “Dihubungi diberi alternatif jadi disuruh testimoni Pemilu tapi isinya ada yang dukungan pada Pak Jokowi,” jelasnya.

- Advertisement -

Bikin soal Pemilu damai Mudzakir mengaku menolak permintaan untuk membuat testimoni positif untuk Jokowi dan lebih memilih membuat testimoni soal Pemilu damai. “Saya diharapkan untuk Jokowi tapi saya tidak mau. Kami memilih untuk Pemilu damai dengan bahasa saya sendiri,” kata dia.

Mohon Maaf Kami Penjaga Etika, Prinsip Demokrasi, dan Konstitusi, dia mengaku sempat dihubungi seseorang yang mengaku sebagai polisi melalui telepon seluler. Mudzakir menerangkan, ada permintaan untuk membuat video apresiasi kinerja Jokowi.

- Advertisement -

“Dihubungi diberi alternatif jadi disuruh testimoni Pemilu tapi isinya ada yang dukungan pada Jokowi. Ada opsi pilihan macam-macam,” ungkap dia.  Memaklumi Menurutnya, video yang dia buat juga tidak diunggah oleh kepolisian karena dia mengirimkan video versinya sendiri dan tidak memihak siapa pun. “Kayaknya tidak di-upload kepolisian. Tidak apa-apa,” imbuh Mudzakir.

Meski demikian, dia memaklumi jika ada pihak kepolisian yang meminta testimoni soal Pemilu damai untuk meredam suhu politik yang semakin panas.  “Tapi kapau kemudian harus didekte baca ini menjunjung si A, B dan C itu tidak benar,” imbuhnya.

Sebelumnya Rektor Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Kota Semarang Ferdinandus Hindarto mengungkapkan menolak permintaan membuat video testimoni mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi.

Hindarto mengaku ada oknum yang mengaku anggota kepolisian menghubunginya untuk membuat testimoni tersebut. “Ketika ada sesuatu yang tidak beres, kami harus berbicara jujur. Kalau sesuatu yang baik kami jujur untuk mengapresiasi,” katanya.  (Zs/Kmps)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Terkini