spot_img
Senin, Mei 20, 2024
spot_img

Setelah Jiwasraya, Kini Koperasi Indosurya yang Gagal Bayar

KNews.id- Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta, diduga mulai gagal bayar bunga dan pokok simpanan anggota atau nasabah mulai  pekan ini.  Michael, salah satu nasabah Indosurya Simpan Pinjam (ISP) yang tidak bersedia nama aslinya dimunculkan, mengatakan dana yang dia simpan di koperasi tersebut sudah tidak dapat diambil dan sudah mulai tidak diberikan bunga seperti yang dijanjikan di awal. 

Dia mengatakan dana yang sudah dia investasikan di koperasi tersebut Rp 10 miliar, di mana dari dana tersebut dijanjikan imbal hasil keuntungan bunga sebesar 11% per tahunnya atau berarti Rp 1,1 miliar per tahun.

“Saya dihubungi orang dari Indosurya pada Selasa yang memberitahukan bahwa koperasi itu memutuskan tidak ada pembayaran bunga lagi [terhadap simpanan nasabah],” ujar laki-laki berumur 42 tahun tersebut, semalam (20/2).

- Advertisement -

Menurut dia, nasabah Indosurya Simpan Pinjam yang sudah dikabari tentang ketidakmampuan pembayaran bunga hanyalah yang memiliki simpanan lebih dari Rp 10 miliar.

Ketika dikonfirmasi terkait dengan Indosurya Simpan Pinjam, VP Grup Indosurya Felix Fitzgerald Lumintang tidak membalas pesan singkat yang dikirimkan serta tidak mengangkat teleponnya ketika dihubungi. 

Di situs institusi keuangan itu, Indosurya Simpan Pinjam menyatakan sudah mendapat izin dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sejak 27 September 2012 dengan nomor badan hukum 430/BH/XII.1/-1.829.31/XI/2012 dan Nomor Induk Koperasi (NIK) 3173080020001.

Masih dari situs tersebut, Indosurya Simpan Pinjam dinyatakan memiliki kantor pusat di Gedung Grha Surya, Taman Perkantoran Kuningan-Jakarta, dan memiliki 112 cabang di seluruh Indonesia.

Indosurya Simpan Pinjam merupakan salah satu lini bisnis Grup Indosurya yang didirikan dan dimiliki Surya Effendy sejak 1989. Di pasar modal, kelompok usaha itu dikenal dengan dua entitas utamanya yaitu PT Indosurya Bersinar Sekuritas (dulu bernama PT Asjaya Indosurya Securities) dan PT Indosurya Asset Management. 

Di sektor keuangan mereka memiliki PT Indosurya Inti Finance, PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses (Indosurya Life), dan PT BPR Indosurya Daya Sukses. Selain di bidang keuangan, Grup Indosurya juga memiliki Indosurya Foundation (Surya Kasih).

Sebanyak 51,34% saham Indosurya Sekuritas dimiliki oleh Surya Effendy dan sisanya dimiliki oleh Indosurya Berlian Pratama, sedangkan 98% saham Indosurya Asset Management dimiliki oleh Indosurya Sekuritas dan sisanya dimiliki Surya Effendy.

Surya Effendy yang saat ini menjabat komisaris utama Indosurya Finance dan Indosurya Sekuritas memiliki gelar sarjana teknik mesin dari Universitas Atmajaya Jakarta.

KeuanganNews.id mencoba menghubungi call center yang tertera pada situs resmi perusahaan, pada Kamis siang pukul 14.35 WIB. Operator mesin menyebutkan call center tersebut melayani pertanyaan untuk Indosurya Life, Indosurya Inti Finance, Indosurya Sekuritas, Indosurya Aset Manajemen, dan Indosurya Simpan Pinjam.

Namun ketika mencoba mengontak ekstention ke Indosurya Simpan Pinjam, tak ada respons berkali-kali dicoba.

- Advertisement -

“Mohon maaf operator kami sedang sibuk,” kata operator.

Dicoba beberapa menit kemudian pun jawaban yang sama diperoleh.

Terkait dengan informasi ini, redaksi mencoba mengontak Ketua Tim Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing. Satgas ini merupakan hasil kerja sama beberapa instansi terkait, yang meliputi OJK, Kementerian Perdagangan, BKPM, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Kominfo.

Hanya saja Tongam menegaskan lebih tepat menghubungi Kementerian terkait.

- Advertisement -

“Selamat sore. Untuk informasi mengenaiKoperasi Indosurya, mohon menghubungi  Kemenkop saja,” kata  Tongam, Kamis sore. (Fahad Hasan&Tim Investigator KA)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini