spot_img
Kamis, Mei 23, 2024
spot_img

Semester III 2019, Indosat Merugi Rp284 M

KNews.id- PT Indosat Tbk (ISAT) masih belum bisa keluar dari kerugian. Hingga semester III-2019 perusahaan masih rugi Rp 284,59 miliar. Melansir laporan keuangan PT Indosat Tbk, Sabtu (15-2, Indosat sebenarnya berhasil menekan kerugian dari rugi bersih sebelumnya yang sebesar Rp1,54 triliun. Rugi bersih yang berhasil ditekan itu terjadi seiring dengan pendapatan perusahaan yang naik pada periode tersebut.

Jumlah pendapatan Indosat di semester III-2019 sebenarnya naik 12,40% dari posisi 2018 sebesar Rp16,77 triliun menjadi Rp18,85 triliun. Pendapatan itu berasal dari pendapatan selular yang naik dari naik menjadi Rp15,08 triliun dari sebelumnya Rp13,18 triliun.

- Advertisement -

Sementara untuk pendapatan dari multimedia, komunikasi data, dan internet naik tipis dari Rp3,02 triliun menjadi Rp3,24 triliun. Pendapatan telekomunikasi turun tipis dari Rp568,5 miliar jadi Rp520,3 miliar.

Sayangnya jumlah beban naik dari posisi 2018 sebesar Rp16,5 triliun jadi Rp17,3 triliun. Beban paling besar masih dari beban penyelenggaraan jasa yang naik menjadi Rp8,92 triliun serta penyusutan dan amortisasi sebesar Rp7,08 triliun. Jumlah aset perusahaan pun hingga akhir September 2019 sebesar Rp58,37 triliun.

- Advertisement -

Angka itu naik dari posisi akhir 2018 sebesar Rp53,13 triliun. Sementara jumlah liabilitas pada akhir September 2019 sebesar Rp46 triliun. Angka itu juga naik dari posisi akhir 2018 sebesar Rp41 triliun.

Untuk diketahui, Indosat sedang diterpa isu miring. Di mana perusahaan dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 500 karyawannya. Hal itu diungkapkan oleh serikat karyawan Indosat. Menanggapi hal itu, Indosat mengakui melakukan penawaran PHK kepada karyawannya. Akan tetapi, jumlah yang menerima tawaran PHK itu tidak hanya sebanyak 500 karyawan, namun mencapai 677 karyawan.

- Advertisement -

Director & Chief of Human Resources. Irsyad Sahroni mengatakan langkah itu diambil Indosat sebagai upaya perubahan organisasi yang dirancang untuk menjadikan bisnis lebih lincah sehingga lebih fokus kepada pelanggan dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar

.“Kami telah mengkaji secara menyeluruh semua opsi, hingga pada kesimpulan bahwa kami harus mengambil tindakan yang sulit ini, namun sangat penting bagi kami untuk dapat bertahan dan bertumbuh,” kata Irsyad dalam keterangannya.(Fahad Hasan&DBS)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini