spot_img
Minggu, April 14, 2024
spot_img

Sejumlah Caleg Mengeluh Suaranya Banyak Hilang, Kahar Sijaya: Inilah Pemilu Paling Brutal dan Hancur

 

KNews.id – Rekapitulasi perhitungan suara pemilu legislatif diwarnai protes para caleg yang merasa suaranya hilang atau raib setelah dilakukan perhitungan di sejumlah TPS. Tidak hanya caleg pendatang baru tetapi juga mereka yang berstatus incumbent pun tidak luput dari kejadian ini.

- Advertisement -

Jumlah suara mereka yang tercantum di Form C 1 banyak dikeluhkan para caleg yang menurut mereka tidak mewakili suara ril. Kondisi seperti ini kemudian melahirkan komplain kepada penyelenggara pemilu.

Caleg DPR RI Partai PKB, Bahar Ngitung Obama mengeluhkan lebih seratus suara di salah satu TPS di Kabupaten Gowa hilang begitu saja.

- Advertisement -

Demikian pula caleg DPR RI Partai Demokrat ?, Abdul Rachmat Noer, mengeluhkan hampir di semua TPS di Makassar dan Jeneponto suaranya hilang sesuai hasil perhitungan petugas KPPS.

“Rasanya tidak mungkin perolehan suara saya seperti itu mengingat berbulan-bulan lamanya Tim saya menggalang dan memelihara konstituen,” ungkap Rachmat.

- Advertisement -

Bukti paling nyata suara saya hilang ada di TPS yang lokasinya persis depan rumahnya. “Sesuai hasil C1, suara saya hanya 3 padahal anggota keluarga saya saja yang memilih sudah 6, belum lagi tetangga dan jemaah masjid yang mengaku mencoblos saya. Tapi nyatanya, suara saya hanya 3 di TPS itu. Bisa dibayangkan berapa suara saya hilang jika di semua TPS terjadi seperti ini,” kata Rachmat dengan nada kesal.

Fenomena caleg kehilangan suara sepertinya menjadi hal lumrah pada pemilu kali ini. Maka, tidak mengherankan jika Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan, Saharuddin Alrif, mengancam akan mengejar pihak yang mengurangi suara calegnya. Sebagaimana video Saharuddin Alrif yang beredar di sejumlah media sosial, mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel ini secara tegas mengancam akan mengejar siapa saja yang mengurangi suara caleg Partai Nasdem.

Maka wajar saja jika masyarakat menilai pemilu kali ini dianggap paling brutal, curang dan hancur, seperti yang dikatakan Kahar Sijaya, Wakil Ketua PP KKT Jeneponto. Inilah pemilu yang paling brutal dan hancur selama masa reformasi, katanya di sebuah Warkop di Makassar.

Kahar Sijaya menyebutkan bahwa salah satu penyebab hilangnya suara di TPS karena saksi partai tidak ada di lokasi. “Saya tidak melihat saksi lengkap di TPS pada saat pencoblosan dan perhitungan suara. Kondisi seperti ini bisa saja dimanfaatkan pihak-pihak tertentu,” ungkapnya.

Kahar Sijaya berharap KPU khususnya KPU RI dan Bawaslu bersikap adil dalam menyikapi kejadian ini agar tidak ada yang dirugikan.

(Zs/F.Co)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini