spot_img
Minggu, Mei 19, 2024
spot_img

Sebanyak Tujuh Saham Bank BUKU IV Babak Belur karena Efek Corona

KNews.id- Sebanyak tujuh bank kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV (dengan modal inti di atas Rp 30 triliun) mengalami penurunan pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia.

Sentimen virus corona, ditambah dengan permintaan dari pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bank-bank menurunkan suku bunga menjadi sentimen negatif yang membuat koreksi saham-saham bank besar tersebut. Berdasarkan data perdagangan BEI, saham bank BUKU IV yang terkoreksi dalam pada perdagangan pagi ini, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 4,76% ke level Rp 6.500/unit.

- Advertisement -

Lalu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 4,28% ke level Rp 7.275/unit. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga turun 3,23 ke Rp 4.020/unit. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pun anjlok 3,11% ke level Rp 33.175/unit. Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) turun 2,96% ke level Rp 820/unit.

Saham PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) turun 2,6% ke level Rp 1.126/unit, dan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turun 1,26% ke level Rp 3.130/unit.

Ketakutan akan meluasnya virus corona membuat Wall Street kembali merana pagi tadi. CNBC Internasional melaporkan California sudah mendeklarasikan situasi darurat setelah melaporkan 53 orang terkonfirmasi terkena infeksi virus corona. 

Jumlah orang yang terinfeksi patogen ganas ini di New York bertambah dua kali lipat dalam semalam menjadi 22 orang setelah otoritas kesehatan setempat mempercepat pengecekan pada pasien yang diduga terinfeksi virus. 

Berdasarkan data John Hopkins University CSSE, total jumlah kasus infeksi virus corona di AS sampai dengan hari ini telah berjumlah 232 kasus. Virus corona yang awalnya berasal dari China kini telah menyebar luas ke berbagai negara dan telah menyebabkan lebih dari 90.000 orang terinfeksi. 

Jumlah kasus baru yang dilaporkan di China sudah mulai melandai. Namun yang dikhawatirkan adalah kasus ini masih terus berkembang di luar China. Korea Selatan (6.088 kasus), Italia (3.858 kasus) dan Iran (3.513 kasus) menjadi negara baru episentrum penyebaran virus.

Ketakutan virus ini akan menjadi pandemi dan memukul perekonomian global membuat investor lebih memilih aset-aset minim risiko seperti surat utang pemerintah AS dan emas.

- Advertisement -

Pagi ini mayoritas bursa saham Asia juga bergerak di zona merah. Indeks Nikei225 (Jepang) turun 2,34%, Kospi (Korea Selatan) ambles 1,96%, Hang Seng (Hong Kong) minus 1,74%, Shanghai Composite (China) anjlok 0,98% serta Straits Times (Singapura) melorot 0,97%.

Masalahnya adalah virus ini langsung menyerang ke sektor riil berbeda dengan krisis sebelumnya pada 2008 lalu yang menyerang sektor keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dampak corona terhadap perekonomian akan lebih rumit daripada krisis 2008.

“Lebih rumit yang ini (ketimbang krisis 2008-2009) karena ini menyangkut manusia, harus memberikan ketenangan dulu apa yang disebut dengan ancaman atau risiko terhadap mereka. Keselamatan, kesehatan, sampai pada kemungkinan terancam meninggal dunia. Itu yang jauh lebih langsung. Kalau dulu kan melalui lembaga keuangan, korporasi jatuh, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) paling,” papar Sri Mulyani.

Selain itu sentimen lain adalah upaya pemerintah mendorong penurunan suku bunga bank yang direspons negatif investor. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menegaskan bahwa bank pelat merah akan segera menurunkan tingkat suku bunga, khususnya kredit skala kecil. 

“Memang yang kita lagi upayakan yang small business. Nanti yang small business ada penurunan

- Advertisement -

” kata Tiko, panggilan akrabnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Mantan bos PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ini menegaskan empat bank pelat merah saat ini tengah berusaha menurunkan bunga kredit. Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)itu bahkan menyebut, peluang bank untuk menurunkan bunga saat ini terbuka lebar.

“Nanti empat bank BUMN coba. Nanti bisa turun,” kata Kartika. OJK juga meminta perbankan mempercepat transmisi kebijakan-kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah, OJK dan Bank Indonesia (BI) untuk menghadapi pelemahan perekonomian dampak penyebaran virus Corona.

“Bank itu berperan menjadi transmisi kebijakan-kebijakan stimulus Pemerintah, OJK dan BI yang telah dikeluarkan. Transmisi itu diharapkan bisa memberikan ruang gerak sektor riil untuk tetap menjalankan usahanya,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso usai menggelar pertemuan antara Direksi Bank Buku 3 dan Buku 4 dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor OJK. (Fahad Hasan&DBS)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini