spot_img
Rabu, April 17, 2024
spot_img

Respons Jokowi Soal Rencana PDIP Jadi Oposisi Prabowo

KNews.id – Presiden Joko Widodo atau Jokowi enggan menangapi soal rencana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi oposisi. Dia meminta wartawan menanyakan itu langsung kepada PDIP.

“Ya ditanyakan saja kepada beliau-beliau yang ada di PDI Perjuangan,” kata Jokowi usai peresmian Rumah Sakit Pertahanan di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

- Advertisement -
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto  menyatakan partainya siap berada di luar pemerintahan. Pernyataan Hasto dilontarkan Kamis, 15 Februari 2024 lalu, atau satu hari setelah penyelenggaraan Pilpres 2024, yang dimenangkan oleh pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi.

Hasto menyebut partai berlambang banteng moncong putih itu siap berjuang di luar pemerintahan, melalui parlemen untuk menjalankan tugas check and balance. Menurutnya, berada di luar pemerintahan adalah suatu tugas patriotik dan pernah dijalani PDI Perjuangan pasca Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.

Hubungan Jokowi yang merupakan kader PDIP dengan Partai Banteng santer dibicarakan pecah kongsi. Sebab, putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

- Advertisement -

Jokowi beberapa kali disebut meminta waktu untuk bertemu dengan Megawati. Terbaru, Presiden meminta Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono atau Sultan HB X untuk memediasi persamuhan itu. Sementara PDIP merupakan partai pengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md di dalam Pilpres 2024.

Dalam keterangan pers di Bintaro, Jokowi tak mengelaborasi pernyataannya lebih lanjut. Soal potensi pertemuan dengan Mega, eks Gubernur Jakarta Jokowi berujar bahwa menjaga hubungan dengan para pembesar bangsa adalah hal yang baik.

- Advertisement -

“Yang namanya silaturahmi dengan semua tokoh-tokoh bangsa itu sangat baik. Untuk negara ini sangat baik, ya?” kata Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Jokowi baru bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem di Istana Merdeka, Jakarta pada Ahad, Senin, 18 Februari 2024. Partai NasDem pimpinan Surya Paloh mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Anies berpasangan dengan Ketua Umum Partai Keadilan Bangsa Muhaimin Iskandar.

Jokowi mengatakan politik adalah urusan partai. Namun, dia ingin jadi penjembatan.”Ya (jembatan) semuanya. saya ingin menjadi jembatan untuk semuanya,” kata Jokowi di Bintaro.

(Zs/Tmp)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini