spot_img
Jumat, April 12, 2024
spot_img

Refly Harun Sebut Pengakuan Bharada E ke Komnas HAM Hanya Bualan Semata

KNews.id – Satu nama yang menjadi sorotan dari tewasnya Yosua Hutabarat alias Brigadir J di insiden Berdarah Rumah Ferdy Sambo adalah Bharada E, salah seorang Ajudan Ferdy Sambo yang disebut terlibat duel adu tembak hingga Brigadir J tewas.

Kini sesuai keterangan Komnas HAM, Bharada E memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.

- Advertisement -

Bharada E mengaku dalam adu tembak tersebut tetap menembak meski Brigadir J sudah tersungkur. Pengakuan ini mulai dikaitkan dengan keterangan kuasa hukum keluarga Brigadir J terkait luka tembak jarak dekat di belakang kepala Brigadir J.

Jika benar pernyataan tersebut mengenai penembakan yang terus dilakukan meski Brigadir J sudah tersungkur, Ahli Pidana Muhammad Taufiq menyebut itu sudah masuk kategori pidana pembunuhan.

- Advertisement -

“Kalau ada cerita orang sudah tidak berdaya dibunuh, jelas kena melakukan pembunuhan, Itu sudah cukup,” ujar Taufiq saat tampil dan diskusi bersama di Channel YouTube Refly Harun, dikutip Senin (1/8/22).

Tak berhenti sampai di situ, diskusi antara Muhammad Taufik dan Refly Harun tersebut juga menyebut jika memang yang diucapkan Bharada E hanyalah bualan semata alias tidak pernah dia lakukan soal melanjutkan penembakan setelah Brigadir J tersungkur, maka Bharada E dapat terkena persoalan lain.

- Advertisement -

Persoalan tersebut adalah berkaitan dengan Obstruction of Justice atau berusaha menghalangi peroses hukum dengan membuat pernyataan yang membuyarkan kejadian yang sebenarnya.

“Perkara kemudian dia ngarang cerita besok-besok, ya itu dia akan kena Obstruction of justice,” ujar Refly Harun dalam diskusi tersebut.

Menambahkan soal upaya penghalangan proses hukum terkait pengakuan Bharada E, Taufiq memberikan contoh terkait kasus Obstraction of Justice.

Kasus tersebut adalah Friedrich Yunadi, eks kuasa Hukum Setya Novanto yang dianggap melakukan pengahalangan proses hukum terhadap kliennya tersebut terkait perkara korupsi.

“KPK pernah pengacara Friedrich karena menghalangi dimasukan tahanan juga. Kenapa itu begitu cepat, kenapa ini begitu lambat? Itu kan tidak ada kasus pembunuhan, hanya dia menghalangi penyidikan,” tambah Taufiq.

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan dalam acara Kontroversi Metro TV mengungkapkan keterangan dari Bharada E, salah satunya mengenai penembakan yang dilakukan meski Brigadir J sudah tersungkur.

“Kemudian dia (Bharada E) datang lebih dekat kira-kira jarak dua meter, lalu menembak dua kali lagi untuk memastikan orang yang menyerang betul-betul bisa dilumpuhkan,” ujar Taufan beberapa waktu lalu, dikutip Senin (1/8/22). (OZ/WE)

 

Berita Lainnya

Direkomendasikan

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini